#

Hari Santri Nasional 2025, Raffi Ahmad Ajak Santri Nganjuk Jadi Generasi Modern dan Cerdas Digital

Nganjuk, PING — Suasana di Pondok Pesantren (Ponpes) Mojosari, Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, mendadak ramai dan penuh semangat. Hal itu terjadi setelah sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional hadir dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Kamis (23/10).

Tampak hadir Utusan Khusus Presiden RI Raffi Ahmad, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, dan Ketua Dewan Pengasuh Ponpes Mojosari KH. Muhammad Muhibbin.

Rombongan pejabat tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung menuju aula utama Ponpes Mojosari untuk memberikan motivasi dan pesan kebangsaan kepada ratusan santri yang telah menanti.

Dalam sambutannya, Raffi Ahmad yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden RI, menyampaikan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto kepada para santri agar terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto berpesan agar para santri menjadi generasi yang mau terus belajar. Santri tidak boleh gaptek. Harus melek digital, harus modern,” tegas Raffi Ahmad yang disambut tepuk tangan meriah para santri.

Raffi juga menekankan bahwa tantangan santri di masa kini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan perang informasi di dunia maya. Ia mengingatkan agar para santri turut aktif dalam memerangi berita bohong (hoaks) yang dapat memecah belah bangsa.

“Musuh para santri sekarang bukan lagi penjajah, tapi berita-berita hoaks yang memecah persatuan. Santri harus jadi pelopor kebenaran dan penjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Tak lupa, Raffi mendoakan agar santri-santri Ponpes Mojosari kelak menjadi generasi penerus bangsa yang siap mengabdi kepada negara. “Semoga dari sini lahir calon-calon pemimpin, menteri, bahkan presiden masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi turut menyampaikan pesan senada. Ia mendorong santri untuk menguasai teknologi informasi sebagai kunci mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Santri di Nganjuk harus maju, jangan sampai ketinggalan zaman. Dunia sudah berubah, dan pendidikan pesantren harus mampu melahirkan generasi digital yang berkarakter,” ujar Kang Marhaen sapaan akrabnya.

Usai penyampaian pesan kebangsaan, acara dilanjutkan dengan kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para santri. Program tersebut diinisiasi langsung oleh Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono, yang turut membagikan menu bergizi berbahan ikan laut.

“Saya berjanji akan rutin menyumbangkan ikan sebanyak satu ton setiap bulan untuk santri di Ponpes Mojosari. Santri yang sehat, insyaallah jadi generasi tangguh,” ungkap Menteri Trenggono.

Kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Ponpes Mojosari ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembentukan karakter dan literasi digital generasi muda. Dengan kolaborasi pemerintah dan dunia pendidikan Islam, semangat santri modern, berkarakter, dan berdaya saing global kian nyata terwujud di Bumi Anjuk Ladang.