339 Pramuka Garuda Nganjuk Resmi Dilantik, Bupati Marhaen: Jadilah Teladan dan Generasi Tangguh
- 26-05-2026
Nganjuk, PING– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nganjuk, Kamis (23/10/2025), untuk meninjau sejumlah program prioritas di bidang perumahan dan infrastruktur. Fokus kunjungan diarahkan pada capaian Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan progres pembangunan infrastruktur strategis yang dikerjakan oleh Pemprov Jatim.
Kunjungan dimulai di Desa Pacekulon, Kecamatan Pace, tempat dilaksanakannya program RTLH hasil kolaborasi Pemprov Jatim dengan Kodam V/Brawijaya. Sebanyak 158 unit rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini telah selesai direhabilitasi dan menjadi rumah layak huni seratus persen.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa program RTLH merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.

“Program RTLH ini bukan hanya membangun rumah, tapi juga membangun harapan dan martabat warga. Kalau masih ada pengajuan dari Pemkab Nganjuk, insyaallah tahun depan akan kami lanjutkan kembali,” tegas Gubernur Khofifah.
Setelah meninjau RTLH, Gubernur melanjutkan agenda ke proyek Jembatan Kutorejo di Kecamatan Bagor. Infrastruktur vital ini kini telah mencapai progres 93,7 persen dan ditargetkan rampung pada 12 November 2025. Jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memperkuat jalur distribusi ekonomi lokal.
Kunjungan ditutup dengan peninjauan pembangunan drainase di SDK Yos Sudarso, Kertosono, sepanjang 231 meter. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi genangan air dan risiko banjir, khususnya di kawasan pendidikan dan permukiman padat penduduk.
Bupati Nganjuk Kang Marhaen Djumadi turut mendampingi kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim terhadap percepatan pembangunan di daerahnya.

“Dukungan Pemprov Jatim dalam bidang infrastruktur dan perumahan ini sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat. Tidak hanya memperbaiki kualitas hunian, tapi juga meningkatkan akses ekonomi dan kesejahteraan warga Nganjuk,” ujar Kang Marhaen.
Melalui program RTLH dan proyek infrastruktur strategis seperti Jembatan Kutorejo dan drainase Kertosono, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan dan pemerataan kesejahteraan di seluruh kabupaten/kota.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemprov Jatim untuk membangun Jawa Timur yang inklusif, tangguh, dan sejahtera bagi semua lapisan masyarakat.