339 Pramuka Garuda Nganjuk Resmi Dilantik, Bupati Marhaen: Jadilah Teladan dan Generasi Tangguh
- 26-05-2026
Nganjuk, PING– Pemerintah Kabupaten Nganjuk bergerak cepat menangani kejadian robohnya atap tiga ruang kelas SDN 2 Jatigreges, Kecamatan Pace, pada Sabtu (25/10/2025) pagi. Peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Beruntung, tidak ada korban jiwa berkat kesigapan para guru dan kejelian para siswa yang segera menyelamatkan diri.
Menindaklanjuti kejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment dan aksi tanggap darurat. Tim BPBD bersama pihak sekolah dan masyarakat segera membangun kelas darurat agar proses pembelajaran tetap bisa berlangsung dengan aman.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi meninjau langsung lokasi kejadian bersama Kalaksa BPBD Nganjuk Sutomo, Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk Puguh Harnoto, serta sejumlah instansi terkait. Kang Marhaen memastikan seluruh langkah penanganan berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi.

"Keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Kami pastikan seluruh langkah penanganan darurat dilakukan secara cepat agar anak-anak bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman,” tegas Kang Marhaen.
Kang Marhaen menambahkan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi kondisi bangunan sekolah di seluruh wilayah Nganjuk guna mencegah kejadian serupa.
"Kami tidak ingin ada bangunan sekolah yang membahayakan siswa dan guru. Semua akan kami data, evaluasi, dan prioritaskan untuk perbaikan,” tandasnya.
Kalaksa BPBD Nganjuk Sutomo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim sejak pagi untuk melakukan penilaian struktur dan penanganan cepat pascakejadian.
“Begitu menerima laporan, tim langsung kami kerahkan ke lokasi untuk assessment awal dan penanganan darurat. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah untuk memastikan keamanan area sebelum aktivitas belajar dimulai kembali,” ujar Sutomo.

"Kelas darurat saat ini sudah mulai dibangun agar anak-anak tidak kehilangan hak belajarnya. Sambil berjalan, kami akan terus memantau kebutuhan lanjutan dan upaya rehabilitasi permanennya,” tambahnya.
Untuk diketahui, kerusakan paling parah terjadi di ruang kelas 4, di mana atap dan sebagian dinding ambruk. Sementara dua ruang lainnya mengalami kerusakan sebagian. BPBD bersama pihak sekolah dan masyarakat bahu-membahu melakukan pembersihan puing, pengamanan area, serta pembangunan kelas darurat dari material ringan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dapat segera dilanjutkan.
Dengan gerak cepat BPBD, dukungan lintas instansi, serta gotong royong masyarakat, kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Jatigreges diharapkan dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat dengan lingkungan belajar yang aman, layak, dan nyaman.