Sinergi Kawal Akuntabilitas, Pemkab Nganjuk Komitmen Perkuat Fungsi APIP Sejak Perencanaan
- 26-05-2026
Nganjuk, PING– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk, melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar), mengonfirmasi pendampingan penuh terhadap proses ekskavasi (penggalian) fosil gajah purba Stegodon trigonocephalus yang ditemukan dalam kondisi utuh di kawasan Hutan Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Temuan spektakuler ini diperkirakan berusia ratusan ribu tahun dan dinilai sebagai salah satu fosil gajah purba terlengkap yang pernah ditemukan di Jawa Timur.
Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, menyatakan bahwa pihaknya berkolaborasi intensif dengan tim ahli dari Museum Geologi Bandung dan Komunitas Kota Sejuk Nganjuk untuk memastikan proses ekskavasi berjalan lancar.
"Kami (Pemkab Nganjuk) mendampingi Tim Museum Geologi Bandung dan komunitas untuk melakukan ekskavasi fosil. Lokasi penemuan berada di kawasan hutan Desa Tritik," ujar Gunawan Widagdo, Selasa (20/10/2025).

Gunawan menjelaskan, berdasarkan analisis tim ahli geologi, fosil Stegodon tersebut diperkirakan memiliki usia yang sangat tua. "Usia ratusan ribu tahun, perkiraan dari tim Geologi Bandung yang melakukan penelitian. Perkiraan antara 800 ribu tahun hingga 1,2 juta tahun lamanya," bebernya.
Menurut Gunawan, fosil gajah purba tersebut memiliki panjang 255 cm ada 22 orang tergabung tim ekskavasi. Yakni 11 orang dari Badan Geologi, 7 orang dari komunitas dan Pariwisata serta 4 orang masyarakat.
Proses ekskavasi ini merupakan tindak lanjut dari temuan awal pada tahun 2024 oleh anggota Komunitas Kota Sejuk. Setelah sempat ditutup dan dikubur kembali demi keamanan, ekskavasi lanjutan yang lebih detail dilaksanakan pada Oktober 2025.
Ketua Tim Ekskavasi Museum Geologi Bandung, Unggul Prasetyo, yang turut didampingi jajaran Pemkab Nganjuk, menyebutkan bahwa temuan ini memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi. Fosil ditemukan masih dalam posisi anatomi aslinya di dalam lapisan Formasi Kabuh.

"Identifikasi jenis Stegodon trigonocephalus didasarkan pada gigi yang masih menempel pada rahangnya dan karakter gading yang ditemukan," jelas Unggul.
Hingga kini, tim gabungan telah berhasil mengangkat berbagai bagian kerangka utuh, meliputi satu gading utuh sepanjang 2,5 meter, rahang bawah, tulang belikat, tulang panggul, rusuk, kaki depan dan belakang, hingga ruas tulang leher, punggung, dan ekor.
Penemuan ini menegaskan potensi Hutan Tritik di Nganjuk sebagai kawasan geologi penting dan aset berharga untuk penelitian sejarah prasejarah di Pulau Jawa.