Sinergi Kawal Akuntabilitas, Pemkab Nganjuk Komitmen Perkuat Fungsi APIP Sejak Perencanaan
- 26-05-2026
Nganjuk, PING- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nganjuk mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di wilayah Nganjuk pada periode 20 hingga 25 Oktober 2025. Cuaca ekstrem ini ditandai dengan hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir, terutama pada siang hingga malam hari.
PMG Madya BMKG Nganjuk, Setiyaris, menjelaskan bahwa fenomena cuaca ini dipicu oleh gangguan atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) yang bergerak dari Samudera Hindia ke arah Pasifik, serta gelombang atmosfer Equatorial Rossby dari arah sebaliknya.
“Cuaca ekstrem di Nganjuk diprediksi berlangsung hingga 24–25 Oktober, dengan hujan sedang hingga lebat. Setelah itu, intensitas hujan akan menurun dan kondisi cuaca kembali normal,” ujar Setiyaris.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah-wilayah rawan serta lereng pergunungan. Hujan tidak terjadi secara serentak, namun berpotensi merata di berbagai wilayah dengan puncak intensitas pada 20–24 Oktober.
“Di daerah lereng, waspadai hujan lebat berdurasi minimal satu jam karena risiko longsor cukup tinggi,” tambah Setiyaris.
Menghadapi musim hujan, Setyaris mengimbau masyarakat untuk mulai mempersiapkan lingkungan agar terhindar dari banjir dan genangan. Selain itu, masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dari BMKG melalui situs web, aplikasi resmi, maupun media sosial.