Jelang Idul Adha, Pemkab Nganjuk Gelar Gerakan Pangan Murah di Rejoso
- 25-05-2026
Nganjuk, PING— Upaya pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba terus dilakukan. Hal ini ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba yang digelar di Ruang Rapat Candi Lor pada Kamis, (20/11/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, Kepala BNN Kabupaten Nganjuk, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Aspem Kesra), serta Kasatresnarkoba Polres Nganjuk.
Sebanyak 76 peserta hadir terdiri dari unsur wakil kepala kesiswaan, guru Bimbingan Konseling, serta dua siswa dari setiap SMA, SMK, SMP, dan MTsN se-Kabupaten Nganjuk. Kehadiran unsur pendidik dan siswa ini menunjukkan komitmen kuat bahwa sekolah menjadi lini terdepan dalam upaya pencegahan narkoba.
Dalam laporannya, Aspem Kesra Kabupaten Nganjuk, Tri Wahyu Kuncoro, menegaskan bahwa peredaran gelap narkoba bukan sekadar isu kriminal, melainkan ancaman langsung bagi ketahanan bangsa.
“Penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi ketahanan bangsa dan masa depan generasi muda Kabupaten Nganjuk,” ucapnya.

Tri Wahyu menambahkan bahwa Kabupaten Nganjuk termasuk wilayah yang memiliki tingkat kerentanan cukup tinggi terhadap peredaran zat adiktif sehingga memerlukan langkah pencegahan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Daerah dengan tingkat kerentanan seperti kita memerlukan strategi yang bukan hanya tepat, tetapi juga terkoneksi antar-sektor agar upaya pencegahan dan pemberantasan dapat berjalan efektif,” terangnya.
Ia juga menjelaskan dasar pelaksanaan kegiatan, yaitu Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Peraturan BNN Nomor 4 Tahun 2019. Melalui koordinasi lintas sektoral ini, pemerintah menargetkan peningkatan pemahaman peserta terhadap bahaya narkoba, memperkuat komitmen OPD, lembaga pendidikan dan masyarakat, hingga mengoptimalkan peran guru dan sekolah sebagai garda terdepan pencegahan.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Nganjuk, Nur Solekan, dalam sambutannya menjelaskan bahwa upaya pencegahan narkoba merupakan kerja besar yang terus dilakukan negara.
“Negara ini sudah bekerja keras untuk mencegah narkoba masuk, dari berbagai jalur mulai udara, laut, dan darat. Pemerintah pusat menjaga pintu gerbang, sementara kita memiliki kewajiban menjaga wilayah kita masing-masing, termasuk Kabupaten Nganjuk,” jelasnya.

Sekda Nur Solekan mengingatkan bahwa masih ada kemungkinan peredaran narkoba lolos dari pengawasan, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan. “Masih banyak narkoba yang beredar, tidak terkecuali di Kabupaten Nganjuk. Bandar-bandar sekarang menciptakan inovasi-inovasi baru agar barang haram itu sampai ke sasaran. Dan saat ini yang sering kita dengar, jika menyasar anak sekolah biasanya dicampur dalam makanan, jajanan, bahkan minuman. Ini wajib kita waspadai bersama guru, orang tua, dan para siswa,” ungkapnya.
Sekda juga memberikan pesan khusus untuk para pelajar yang hadir agar jangan pernah mencoba-coba menggunakan narkoba karena ketika sekali mencoba akan semakin sulit lepas dari unsur kecanduan.
Dirinya juga mengingatkan tentang maraknya penggunaan vape yang menjadi pintu masuk penyalahgunaan zat berbahaya. “Hati-hati dengan vape. Bahayanya luar biasa, sudah banyak diberitakan. Jangan sampai kalian terjerumus,” pesannya.
Di akhir arahannya, Sekda menyampaikan apresiasi kepada BNN Kabupaten Nganjuk yang selama ini terus memperkuat upaya perlindungan masyarakat. “Terima kasih kepada BNN Nganjuk yang telah membentengi masyarakat dari bahaya narkoba. Semoga upaya ini terus berjalan dan memberikan perlindungan bagi generasi kita,” pungkasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama BNN, kepolisian, dan seluruh unsur pendidikan menyepakati pentingnya memperkuat pengawasan terpadu di lingkungan sekolah. Guru BK, waka kesiswaan, dan para siswa diharapkan menjadi agen pencegahan yang mampu mengenali gejala dini peredaran narkoba serta melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen daerah bahwa perang terhadap narkoba harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas demi memastikan generasi muda Nganjuk tetap terlindungi dan mampu tumbuh sebagai generasi unggul yang bebas dari bahaya penyalahgunaan narkotika.