#

Pemkab Nganjuk Siapkan Layanan Darurat 112 untuk Percepatan Penanganan Keadaan Gawat Darurat

Nganjuk, PING- Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyelenggarakan Fokus Grup Discussion (FGD) Layanan Nomor Panggilan Darurat 112, bertempat di Ruang Rapat Roro Kuning, pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan layanan kedaruratan yang cepat, terpadu, dan dapat diakses bebas pulsa oleh seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk.

FGD tersebut turut dihadiri oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk, Kepala Diskominfo Nganjuk, para kepala OPD terkait, serta narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital Komdigi, dan Direktur PT Jasnita Telekomindo Surabaya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk, Subani, menyampaikan bahwa penyediaan layanan panggilan darurat 112 merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor penanganan keadaan darurat.

“Dulu kita memiliki command center tapi nomernya masih Panjang tidak 3 angka. Oleh karena itu kita akan mulai bahwa nganjuk nanti ada panggilan 112 untuk kontak daerah. Masyarakat akan lebih mudah mengingat dan mengakses layanan darurat kapan saja” ujarnya.

Pelaksanaaan FGD didasari pada Permenkominfo RI Nomor 10 Tahun 2016 tentang Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat, dan Permenkominfo Nomor 14 Tahun 2018.

Subani menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan FGD ini adalah meningkatkan pelayanan publik melalui sistem yang cepat, mudah diakses, dan bebas pulsa bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat. Layanan 112 nantinya akan berfungsi sebagai pusat koordinasi informasi dan penanganan kegawatdaruratan secara optimal.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dalam arahannya menekankan bahwa layanan panggilan darurat 112 harus dipersiapkan dengan matang sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menyampaikan bahwa layanan ini dihadirkan untuk memastikan masyarakat memperoleh bantuan cepat dan tepat.

“Layanan itu kata kuncinya membangun kepuasan masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa masyarakat benar-benar merasa terbantu dan terlayani dengan baik ketika menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa terdapat empat komponen utama yang perlu disiapkan agar layanan ini berjalan optimal. Pertama, brainware nya (sumber daya manusia) harus dipilih dan dilatih dengan baik, mulai dari petugas penerima laporan hingga tim penanganan di lapangan, sehingga mampu memberikan pelayanan cepat dan tepat. Kedua, hardware nya (sarana dan prasarana) seperti kendaraan dan peralatan pendukung harus dipastikan siap dan berfungsi. Ketiga, sistem perangkat lunak atau software layanan 112 harus diuji dan dipastikan berjalan tanpa hambatan.

Terakhir, Kang Marhaen menekankan pentingnya komunikasi publik melalui sosialisasi berkelanjutan agar masyarakat mengetahui bahwa layanan 112 dapat diakses saat terjadi keadaan darurat.