#

Festival Literasi Nganjuk Angkat Bedah Buku, Penulis Lokal Ajak Generasi Muda Berani Berkarya

Nganjuk, PING— Antusiasme pegiat literasi kembali terlihat dalam rangkaian Festival Literasi Kabupaten Nganjuk yang digelar di Gedung Wanita pada Kamis (20/11/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Nganjuk dengan mengangkat tema “Menghidupkan Budaya Baca melalui Bedah Buku”, kegiatan ini berhasil menyedot perhatian siswa, guru, komunitas literasi, hingga masyarakat umum yang ingin lebih dekat dengan proses kreatif dunia tulis-menulis.

Sesi utama festival menghadirkan dua narasumber penting yang memiliki rekam jejak kuat dalam dunia literasi, yaitu Tri Prastyo, seorang penerbit berpengalaman, dan Lena Septi Anggraini, penulis yang dikenal melalui karya-karyanya yang banyak menyoroti isu sosial dan realitas kehidupan masyarakat.

Dalam paparannya, Tri Prastyo menegaskan bahwa proses penerbitan merupakan tahapan panjang yang tidak berhenti pada pencetakan buku. Ia menjelaskan bahwa sebuah karya harus melalui proses kurasi, penyuntingan, dan penilaian nilai guna sebelum akhirnya siap dipublikasikan.

“Penerbitan bukan hanya soal mencetak buku. Itu adalah proses mengolah dan memilih gagasan agar karya yang diterbitkan betul-betul memberikan manfaat bagi pembaca,” ujarnya di hadapan para peserta.

Sementara itu, Lena Septi Anggraini memberikan motivasi tentang keberanian berkarya kepada para peserta yang sebagian besar merupakan penulis pemula. Ia menekankan pentingnya ketulusan dalam menuliskan cerita yang dekat dengan pengalaman pribadi.

“Jangan takut memulai. Tulis apa yang paling dekat dengan hati dan pengalaman kita sendiri. Tidak ada cerita yang sia-sia ketika dituliskan dengan kejujuran,” tutur Lena yang disambut tepuk tangan peserta.

Ia juga mendorong generasi muda untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari karena membaca, menurutnya, mampu menumbuhkan kreativitas, empati, sekaligus membuka wawasan baru.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Para peserta aktif bertanya mengenai langkah awal menjadi penulis, peluang penerbitan di era digital, hingga tantangan yang dihadapi penulis lokal. Baik Tri Prastyo maupun Lena memberikan jawaban yang inspiratif, mendorong peserta untuk terus mengasah kemampuan menulis dan membaca sebagai bagian dari pengembangan diri.

Acara kemudian ditutup dengan sambutan dari Sekretaris Dinas Arpus Kabupaten Nganjuk, Alwiah Supu Yusuf. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap ekosistem literasi di Nganjuk.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan agar minat baca dan budaya literasi di Kabupaten Nganjuk semakin berkembang. Kolaborasi antara penulis, penerbit, dan masyarakat adalah kunci menciptakan ekosistem literasi yang kuat,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Festival Literasi Kabupaten Nganjuk diharapkan dapat menjadi pemantik semangat baru bagi masyarakat untuk terus dekat dengan buku, memperkaya pengetahuan, dan membangun budaya membaca yang kuat dan berkelanjutan.