#

Gelar Koordinasi Berseri, Pemkab Nganjuk Ajak Daerah Lain Tukar Inovasi Pengelolaan Sampah

Nganjuk, PING — Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur menggelar Koordinasi Pemberian Insentif Desa/Kelurahan Berseri Tahun 2025 di Pendopo KRT Sosroekoesoemo, Jumat (21/11/2025). Kegiatan yang diikuti secara luring dan daring ini menjadi ajang konsolidasi lintas daerah untuk memperkuat pengelolaan sampah dan lingkungan hidup di Jawa Timur.

Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Wakil Bupati Nganjuk, Kepala DLH kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Timur, perwakilan Bakorwil Bojonegoro, perwakilan Bakorwil Madiun, Camat, serta Kepala Desa/Kelurahan Berseri dari seluruh Jawa Timur, baik secara langsung maupun melalui platform daring.

Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Provinsi Jawa Timur, Subarja, menyampaikan bahwa persoalan sampah kini telah memasuki fase krusial. “Pengolahan sampah sekarang ini sudah mengarah pada situasi darurat. Namun sejak 2012, program Desa/Kelurahan Berseri menunjukkan kemajuan yang luar biasa,” tegasnya.

Subarja menambahkan bahwa dari 8.501 desa/kelurahan se-Jawa Timur, baru 12–13 persen yang aktif dalam program tersebut. Pada 2025, Provinsi Jawa Timur memberikan 115 unit motor roda tiga sebagai bentuk insentif untuk memperkuat pengelolaan sampah di tingkat desa/kelurahan.

Mewakili Plt. Kepala DLH Provinsi Jawa Timur, Subarja menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat. Dimana cara pandang masyarakat terhadap lingkungan belum sepenuhnya tepat. “Edukasi, pembinaan, dan pendampingan harus terus diperkuat agar pembangunan berkelanjutan dapat terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh tamu dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur dan mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan insentif dalam bentuk motor roda tiga

“Kami ucapkan selamat datang di Kota Angin, Bumi Anjuk Ladang. Dan kami ucapkan terima kasih juga atas apresiasi yang diberikan kepada Kabupaten Nganjuk. Dari 115 unit motor roda tiga yang diberikan se-Jawa Timur, Alhamdulillah 17 di antaranya untuk Kabupaten Nganjuk,” tuturnya.

Orang yang diakrab Mas Handy itu juga menekankan pentingnya kolaborasi antardaerah dalam menangani persoalan lingkungan. “Pertemuan seperti ini bisa menjadi ajang tukar pikiran, tukar ide, dan tukar program. Ke depan mungkin dapat ditindaklanjuti lagi, misalnya dalam bentuk studi tiru agar implementasinya semakin optimal,” katanya.

Mas Handy kemudian menyoroti isu serius terkait penemuan limbah B3 yang dibuang sembarangan di wilayah Nganjuk sekitar dua bulan sebelumnya. Menurutnya, jumlahnya sangat besar dan lokasinya tersembunyi sehingga pemerintah daerah tidak dapat melakukan intervensi langsung.

“Kami menemukan banyak sekali limbah B3 dibuang di hutan-hutan. Kami tidak bisa melakukan tindakan karena tidak jelas siapa yang membuang, dan sejauh ini hanya bisa memasang police line bersama kepolisian dan TNI. Karena itu, kami berharap masalah ini bisa dijadikan isu bersama agar menjadi kekuatan besar untuk diselesaikan bersama-sama,” ungkapnya.

Selain limbah B3, Mas Handy juga menyinggung tantangan pengelolaan sampah rumah tangga yang menjadi penyumbang terbesar di Kabupaten Nganjuk. Pemerintah daerah, katanya, tengah menjalin komunikasi dengan Kemenko Infrastruktur dan Kemenko Pangan untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah yang lebih memadai.

Di akhir sambutannya, Mas Handy memberikan apresiasi kepada desa-desa Berseri yang meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peraih Desa Berseri. Yang paling penting adalah dampaknya untuk masyarakat,” tandasnya.

Melalui koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah daerah se-Jawa Timur berharap dapat memperkuat langkah bersama dalam mengelola sampah, mengatasi persoalan limbah B3, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Pertemuan ini juga menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat implementasi program Berseri agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.