Mas Handy Kukuhkan 16 Juru Sembelih Halal Nganjuk
- 24-05-2026
Nganjuk, PING— Upaya Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam menjaga stabilitas harga pangan kembali diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Nganjuk. Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, GPM kali ini dikemas lebih meriah karena dirangkai dengan Kontes “Abot-abotan Iwak” yang juga digagas oleh Dinas KPP Nganjuk, Selasa (2/12/2025). Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di halaman Pendopo KRT Sosrokoesoemo, dan sejak pagi sudah dipadati masyarakat.
Pelaksanaan GPM tersebut merupakan bagian dari program nasional pengendalian inflasi pangan yang melibatkan Badan Pangan Nasional, Perum BULOG, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Nganjuk. Sementara kontes ikan besar digelar sebagai ruang promosi bagi pembudidaya ikan lokal untuk menunjukkan kualitas hasil panen mereka kepada masyarakat luas.
Masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Antrean panjang tampak mengular sejak GPM dibuka. Komoditas beras, minyak goreng, telur ayam, bawang merah, cabai rawit, hingga ikan segar menjadi produk yang paling banyak diserbu pembeli karena harganya jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional.

Kepala Dinas KPP Nganjuk, Jusuf Satrio Wibowo mengatakan bahwa tujuan utama GPM adalah memastikan akses pangan murah tetap tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau, terutama menjelang akhir tahun saat harga sering berfluktuasi. GPM ini adalah bagian dari komitmen kami menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, BULOG, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga.
Di tengah berlangsungnya GPM, perhatian pengunjung juga tersedot oleh kontes ikan konsumsi berukuran besar. Berbagai jenis ikan seperti lele dan gurame ditampilkan oleh peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Kontes ini menjadi upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap komoditas perikanan sekaligus mendorong produktivitas pembudidaya.

Kegiatan terpadu ini menjadi contoh kolaborasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan dan peran sektor perikanan dalam memenuhi kebutuhan protein hewani.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus menggulirkan program GPM secara rutin di berbagai wilayah sebagai langkah konkret dalam menekan laju kenaikan harga pangan. Dinas KPP juga menegaskan pentingnya kegiatan pemantik seperti kontes ikan untuk mengangkat potensi lokal.
“Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi agenda berkelanjutan. Selain membantu masyarakat, acara terpadu ini juga mampu menggerakkan ekonomi lokal,” tutup Kadis Jusuf.
Dengan pelaksanaan yang semakin inovatif dan menyentuh berbagai sektor, kegiatan GPM yang dipadukan dengan Kontes “Abot-abotan Iwak” di Pendopo KRT Sosrokoesoemo dinilai berhasil memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.