#

Dinas PMD Provinsi Jatim Dukung Penurunan Stunting di Bumi Anjuk Ladang

Nganjuk, PING– Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan bertajuk ‘Penguatan Kelembagaan Posyandu melalui Pemberdayaan Kader dan Pemberian Bahan Makanan Tambahan Balita’ di Pendopo KRT Sosrokoesomo, Rabu (3/12/2025). Agenda ini menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting di Jawa Timur tahun 2025.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Nganjuk, Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Nganjuk, Kepala Dinas PMD Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas PMD Kabupaten Nganjuk, serta kader posyandu dari 20 kecamatan se-Kabupaten Nganjuk dan unsur undangan lainnya.

Dalam laporan pembuka, Kabid Kemasyarakatan Dinas PMD Provinsi Jawa Timur sekaligus Plt Sekretaris Dinas, Yuwono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya posyandu sebagai ujung tombak layanan masyarakat, terlebih setelah penerapan Posyandu 6 Bidang sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

“Kami berupaya menguatkan kelembagaan posyandu agar dapat berfungsi optimal. Posyandu kini tidak hanya fokus kesehatan, tetapi juga bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan keluarga,” ujarnya di hadapan peserta.

Yuwono menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian agenda keliling ke 17 kabupaten/kota dari total 20 titik yang menjadi sasaran prioritas. Wilayah-wilayah tersebut dipilih berdasarkan angka stunting yang masih di atas rerata Provinsi Jawa Timur yang saat ini berada pada posisi 14,7%.

Ia menambahkan bahwa penguatan kapasitas kader menjadi prioritas karena merekalah yang terlibat langsung dalam edukasi, pendampingan keluarga, dan pemantauan tumbuh kembang anak.

“Kader adalah penggerak perubahan sosial. Mereka bukan hanya pelaksana kegiatan, tetapi penyampai informasi gizi, pola asuh, dan kesehatan. Kita ingin posyandu benar-benar menjadi motor pencegahan stunting dari tingkat desa,” tegasnya.

Selain penguatan kader, Dinas PMD juga menyalurkan bahan makanan tambahan untuk balita sebagai dukungan peningkatan status gizi.

Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan terima kasih kepada Dinas PMD Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada Kabupaten Nganjuk.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Nganjuk, kami mengucapkan terima kasih atas pembinaan kelembagaan posyandu dan bantuan makanan tambahan bagi balita. Upaya ini sangat berarti bagi percepatan penurunan stunting di daerah,” tuturnya.

Kang Marhaen menyampaikan bahwa angka stunting di Nganjuk menunjukkan penurunan signifikan berkat sinergi antara pemerintah daerah, kader posyandu, dan masyarakat. Dirinya juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas gizi anak.

“Kami juga akan menambah program bantuan susu untuk mendukung kesehatan anak-anak. Biarkan anak-anak aktif, berlari, bahkan menangis. Itu bagian dari proses tumbuh kembang dan pembentukan mental,” ujar Kang Marhaen disambut tepuk tangan peserta.

Kang Marhaen juga memberikan pesan khusus kepada para orang tua agar tidak membandingkan anak satu dengan lainnya. “Setiap anak itu unik. Jangan dibentak atau dibandingkan. Kembangkan potensi mereka dengan kasih sayang. Tugas kita memastikan mereka tumbuh kuat, sehat, dan percaya diri,” pesannya.

Baik Dinas PMD maupun Pemerintah Kabupaten Nganjuk menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting bukan sekadar angka, melainkan upaya bersama menyelamatkan generasi masa depan.

Kader posyandu dari 20 kecamatan yang hadir mendapatkan penguatan kapasitas serta edukasi mengenai implementasi Posyandu 6 Bidang, strategi pendampingan keluarga, serta peran aktif dalam pemantauan tumbuh kembang balita.