Jelang Idul Adha, Pemkab Nganjuk Gelar Gerakan Pangan Murah di Rejoso
- 25-05-2026
Nganjuk, PING– Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Omah Tandang yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kembali menghadirkan inovasi digital di sektor agrikultur dengan membuka Pelatihan Tani Digital di Ruang Rapat Roro Kuning, Selasa (25/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 25–27 November 2025, ini diikuti 40 peserta dari unsur petani, pekebun, peternak hingga pembudidaya dari berbagai desa. Program yang merupakan bagian dari inisiatif Kota Cerdas (Smart City) tersebut bertujuan membekali pelaku sektor agrikultur agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta meningkatkan nilai tambah produk mereka melalui pemasaran digital.
Kepala Diskominfo Nganjuk, Subani, menjelaskan bahwa peserta pelatihan telah melalui proses seleksi dan dipersiapkan untuk menguasai keterampilan membuat konten digital, mulai dari materi penyusunan strategi hingga praktik pembuatan foto dan video. “Harapan kami, para petani semakin percaya diri memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk mereka dan memperluas pasar,” ujarnya.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang hadir membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa petani milenial harus mampu membangun personal branding sekaligus memahami karakter konsumennya. Menurutnya, pemasaran digital adalah “perang persepsi” yang membutuhkan pola pikir positif, keberanian, dan kreativitas.
“Menjadi petani milenial bukan hanya soal menanam, tetapi bagaimana panjenengan membangun persepsi yang menghasilkan cuan. Ubah mindset malas menjadi otak dagang. Hidupkan bahasa-bahasa positif yang menguatkan mental,” tegas Kang Marhaen.
Ia juga mendorong peserta untuk menangkap peluang besar dari potensi komoditas Nganjuk yang beragam. “Semua bisa digarap, gass saja,” tambahnya.
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy atau Mas Handy, turut menguatkan bahwa digitalisasi membuka ruang pasar yang lebih luas bagi produk pertanian. Media sosial tidak lagi sekadar hiburan, tetapi sarana edukasi, promosi, hingga membangun citra diri petani.

“Pemasaran digital memperluas jangkauan konsumen, tidak hanya lokal tetapi nasional. Ini peluang besar, dan harus dimanfaatkan oleh petani kita,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa peluang digital juga berkontribusi terhadap ekonomi daerah dengan menghadirkan aliran transaksi dari luar wilayah ke Nganjuk.
Pelatihan Tani Digital menghadirkan sejumlah narasumber seperti Soni Trilaksono (Social Media Consultant - Mahameru Studio), Affrisa Maya (Social Media Specialist - Lakuning Media), dan Jelsi Natosa (Bu Tani - Konten Kreator Bawang Merah).
Dalam tiga hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan materi komprehensif mulai dari mindset digital, strategi konten, hingga praktik fotografi dan videografi pertanian. Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap petani Nganjuk semakin siap memasuki era smart farming sekaligus mampu mengembangkan usaha dengan memaksimalkan peluang dari dunia digital.