Jelang Idul Adha, Pemkab Nganjuk Gelar Gerakan Pangan Murah di Rejoso
- 25-05-2026
NGANJUK, PING- Polsek Nganjuk Kota bersama BPBD Kabupaten Nganjuk, Dinas Pengairan, unsur 3 Pilar Kelurahan Ploso (Lurah, perangkat kelurahan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa), serta warga masyarakat melaksanakan kerja bakti pembersihan rumpun bambu di aliran Sungai Ploso, Jl. Anjuk Ladang 1, Kecamatan Nganjuk, Selasa (25/11/2025).
Kegiatan ini dilakukan setelah ditemukannya penumpukan rumpun bambu yang terbawa arus dan menyangkut pada median jembatan. Kondisi tersebut menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan banjir apabila tidak segera dibersihkan, terlebih saat wilayah Nganjuk mulai memasuki musim penghujan.
Aksi pembersihan ini menjadi bentuk kolaborasi lintas instansi dalam memastikan saluran sungai tetap berfungsi optimal. Langkah tersebut sekaligus merupakan upaya mitigasi bencana banjir di kawasan perkotaan yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi.
Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., mengapresiasi gerak cepat personel dan warga dalam kegiatan tersebut.
“Kerja sama antara Polsek Nganjuk Kota, BPBD, Dinas Pengairan, perangkat kelurahan, serta masyarakat ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keselamatan bersama. Kesiapsiagaan seperti ini sangat penting untuk mencegah terjadinya banjir di wilayah padat penduduk,” ujarnya.
Pembersihan material bambu memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus sungai. Potensi sumbatan dapat diminimalkan, dan warga mengaku terbantu karena aliran air kembali normal setelah dilakukan gotong royong.
Kapolsek Nganjuk Kota, KOMPOL Jumari, S.H., menambahkan bahwa penumpukan rumpun bambu di titik tersebut kerap terjadi. Oleh karena itu, pihaknya bersama unsur 3 pilar berkomitmen melakukan monitoring dan pembersihan rutin sebagai langkah pencegahan.
“Setiap potensi hambatan aliran air harus segera ditangani. Kami bersama unsur 3 pilar dan masyarakat akan terus melakukan monitoring dan pembersihan agar Sungai Ploso tetap aman dan tidak menimbulkan genangan saat hujan deras,” ungkapnya.
Di lapangan, petugas bersama warga bahu-membahu mengangkat barongan bambu yang tersangkut di bawah jembatan dengan menggunakan alat seadanya. Upaya ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.