#

Pelatihan Tani Digital Berikan Wawasan Baru: Dari Teknik Budidaya Alpukat hingga Kreasi Konten

Nganjuk, PING– Pelatihan Tani Digital Batch 5 yang berlangsung di Ruang Rapat Roro Kuning pada Kamis (27/11/2025) kembali menghadirkan antusiasme tinggi dari para petani dan pegiat konten pertanian. Memasuki hari ketiga sekaligus penutup rangkaian pelatihan, semangat peserta tetap stabil bahkan terus meningkat. Kegiatan ini difasilitasi oleh Omah Tandang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk dan menghadirkan dua narasumber, yaitu Amam Bahrudin dan Soni Trilaksono.

Amam Bahrudin, kreator konten pertanian di TikTok, membuka sesi dengan memberikan materi mendalam terkait budidaya tanaman, khususnya alpukat yang kini banyak diminati karena memiliki potensi ekonomi tinggi. Ia menegaskan bahwa dalam era pertanian modern, rekam jejak petani dan konsistensi dalam produksi jauh lebih penting daripada sekadar mengejar konten viral.

Menurut Amam, pemasaran yang baik tidak bergantung pada viralnya konten, melainkan pada kualitas produk yang sampai di tangan konsumen. “Penjualan yang efektif bukan karena konten viral, tetapi karena kualitas produk yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya kepada peserta.

Pada sesi teknis, Amam memaparkan berbagai langkah budidaya alpukat yang sering terabaikan oleh petani, seperti teknik tanam yang benar, pemilihan bibit unggul, serta komposisi media tanam organik yang ideal. Ia juga menjelaskan pentingnya memahami kondisi lahan dan iklim agar proses budidaya lebih optimal.

Tidak hanya teori, Amam juga mempraktikkan teknik sambung pucuk (grafting) dan menunjukkan bagaimana satu pohon alpukat dapat disambung menjadi hingga delapan varietas berbeda. Ia menekankan bahwa teknik ini membutuhkan ketelitian, perawatan berkelanjutan, dan pemahaman yang baik terhadap karakter setiap varietas.

Selain itu, Amam mengingatkan pentingnya pendampingan dan konsultasi berkelanjutan bagi petani. Ia mengajak peserta untuk tidak ragu berkunjung ke lokasi budidaya atau mengundang timnya untuk memberikan bimbingan langsung. “Pendampingan itu kunci keberhasilan. Silakan datang atau undang kami,” tambahnya.

Memasuki sesi kedua, suasana pelatihan menjadi semakin interaktif ketika Soni Trilaksono mengajak peserta mempraktikkan pembuatan konten digital. Peserta dibagi dalam kelompok kecil untuk membuat satu konten video edukatif bertema pertanian dengan memanfaatkan AI sebagai referensi pengembangan ide.

Soni mengajarkan teknik dasar pembuatan konten, mulai dari menentukan hook yang menarik, menyusun alur penjelasan yang efektif, hingga membuat call to action yang mampu mengajak audiens terlibat. Ia menekankan bahwa konten pertanian tidak perlu rumit, tetapi harus fokus dan mampu menjelaskan satu topik secara jelas.

Dengan menggabungkan kemampuan budidaya dan literasi digital, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri peserta untuk mempromosikan hasil pertanian mereka. Pendekatan hybrid antara praktik lapangan dan komunikasi digital ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing petani di era pertanian modern.

Melalui kegiatan Pelatihan Tani Digital Batch 5, para petani diharapkan dapat mengoptimalkan teknologi untuk mendukung produktivitas sekaligus memperluas jangkauan pemasaran. Sinergi antara ilmu budidaya dan kemampuan membuat konten menjadi langkah nyata Kabupaten Nganjuk dalam mendorong transformasi digital sektor pertanian.