#

Bupati Marhaen Tegaskan Kesejahteraan Petani di Nganjuk Jadi Prioritas Utama

Nganjuk, PING— Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pertanian menyelenggarakan Apel Pagi sekaligus Penyerahan Bantuan Pemerintah Bidang Pertanian Tahun Anggaran 2025 pada Jumat, 28 November 2025 di Alun-Alun Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Nganjuk, Wakil Bupati Nganjuk, Kepala Dinas Pertanian, Kepala OPD, Camat, Koordinator BPP beserta penyuluh pertanian se-Kabupaten Nganjuk, serta kelompok tani penerima bantuan. Total peserta diperkirakan mencapai 1.500 orang.

Dalam arahannya, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan bahwa pemerintah daerah terus memprioritaskan peningkatan kesejahteraan petani melalui berbagai bentuk bantuan.

“Kami menghadirkan dukungan seperti pupuk, alat pertanian, perbaikan jaringan irigasi hingga bantuan langsung tunai agar masyarakat, khususnya petani, dapat merasakan peningkatan ekonomi,” ujarnya.

Bupati Marhaen juga memberikan perhatian khusus pada perbaikan infrastruktur sebagai penunjang aktivitas pertanian. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memperbaiki sejumlah ruas jalan dan jembatan yang masih rusak.  “Akses yang baik sangat penting, terutama bagi pelajar dan petani. Karena itu perbaikan akan kami lakukan secara bertahap,” jelas Kang Marhaen.

Mengenai penyaluran bantuan, Kang Marhaen menekankan perlunya akurasi data. “Kami ingin bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, termasuk layanan BPJS Kesehatan yang telah kami tanggung untuk masyarakat Nganjuk,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif berkomunikasi dengan pemerintah. “Silakan sampaikan kebutuhan dan persoalan di lapangan, agar pembangunan bisa lebih merata dan tepat sasaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ida Shobihatin, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting dalam memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Nganjuk.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat produktivitas pertanian dan mendukung program nasional swasembada pangan. Sekaligus selaras dengan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk 2025–2030 di bidang revitalisasi pertanian dan peternakan,” ungkapnya.

Ida menjelaskan berbagai jenis bantuan yang disalurkan pada kesempatan tersebut, mulai dari dukungan optimalisasi lahan non-rawa seluas 1.955 hektare untuk 49 kelompok tani dari lima kecamatan, yang terdiri atas irigasi perpompaan, biaya olah lahan senilai Rp900.000 per hektare, benih 25 kg per hektare, dan pupuk nonsubsidi 25 kg per hektare. Selain itu, terdapat bantuan benih padi untuk lahan existing seluas 9.455 hektare bagi 370 kelompok tani se-Kabupaten Nganjuk. Bantuan alsintan dari dana DBHCHT juga diberikan berupa enam unit hand tractor dan sepuluh unit kendaraan roda tiga.

Ida menambahkan bahwa pelaksanaan program ini diharapkan mampu mempercepat proses tanam padi, meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan mendorong kesejahteraan petani melalui penguatan sarana serta prasarana pertanian.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung kegiatan ini, dan berharap seluruh bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani,” tuturnya.

Pada momen tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan sarana pertanian secara simbolis oleh Bupati Nganjuk. Bantuan paket optimalisasi lahan, berupa irigasi perpompaan, pupuk, dan benih, diserahkan kepada Tunas Tani Desa Pinggir Kecamatan Lengkong, Kelompok Tani Mudi Mulyo Desa Gondang Kecamatan Pace, serta Kelompok Tani Makmur Desa Ngepeh Kecamatan Loceret. Bantuan paket benih padi diberikan kepada Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Pacewetan Kecamatan Pace dan Kelompok Tani Gotong Royong Desa Baleturi Kecamatan Prambon. Selain itu, bantuan alsintan DBHCHT berupa kendaraan roda tiga dan hand tractor juga disalurkan kepada kelompok tani penerima.

Kegiatan apel dan penyerahan bantuan tersebut ditutup dengan harapan besar bahwa berbagai program pertanian yang diluncurkan dapat memperkuat Nganjuk sebagai salah satu daerah penopang pangan di Jawa Timur dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para petani.