#

Pidatif Hadirkan Edukasi Kebencanaan: BPBD Ajak Masyarakat Waspada dan Siap Melapor ke TRC BPBD

Nganjuk, PING- Kegiatan Pidatif (Penyebarluasan Informasi Secara Kreatif) yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk di Balai Desa Paron, Kecamatan Bagor, Senin (1/12/2025), menjadi ajang penting untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Pada kegiatan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk menjadi narasumber utama dengan fokus memberikan edukasi mitigasi bencana serta pengurangan risiko di tingkat desa.

Kepala Pelaksana BPBD Nganjuk, Sutomo, menyampaikan pesan terkait situasi kebencanaan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa kewaspadaan harus diperkuat karena fenomena bencana belakangan ini terjadi di banyak wilayah.

“Di mana-mana saat ini banyak bencana melanda, seperti di Sumatera, Aceh, maupun Jawa Barat. Mudah-mudahan Kabupaten Nganjuk, khususnya wilayah kita, terhindar dari segala bentuk bencana,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa upaya menghadapi bencana tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga secara batiniah. Mengacu pada UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, ia menjelaskan bahwa bencana dapat disebabkan oleh faktor alam maupun non-alam yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, termasuk potensi korban jiwa.

Dalam materinya, Kepala Pelaksana BPBD menekankan pentingnya perilaku sehari-hari dalam mengurangi risiko bencana. Salah satu contoh yang paling sering terjadi adalah persoalan sampah.

“Kesadaran mengelola sampah sangat penting. Banyak kejadian banjir diakibatkan sampah yang menyumbat aliran sungai. Membuang sampah pada tempatnya adalah langkah kecil, tapi berdampak besar bagi lingkungan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menebang atau memotong pohon secara sembarangan. Saat ini BPBD bersama instansi terkait telah mengeluarkan imbauan tentang perawatan pohon secara serentak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memotong pohon sembarangan. Perawatan pohon dapat dilakukan dengan memangkas ranting yang dianggap membahayakan. Jika ada pohon besar atau kondisi yang berpotensi membahayakan, silakan langsung koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup,” pesannya.

Di sela materinya, ia juga menyampaikan bahwa banyak kejadian bencana sebenarnya dipicu oleh perilaku manusia sendiri. Hal ini penting untuk menjadi refleksi bersama agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.

“Bencana yang terjadi sering kali merupakan akibat dari tingkah laku kita. Karena itu, menjaga lingkungan adalah bentuk ikhtiar kita untuk mengurangi risiko bencana,” tegasnya.

Sebagai bagian dari sistem kesiapsiagaan, BPBD Nganjuk juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Nganjuk di nomor 0821-3112-8828 jika terjadi situasi kedaruratan atau potensi bencana di sekitar lingkungan mereka.

Kegiatan Pidatif di Desa Paron ini menghadirkan diskusi interaktif dan diikuti dengan antusias oleh perangkat desa, ketua PKK, serta tokoh masyarakat. Melalui edukasi langsung dari BPBD, diharapkan desa-desa di Kecamatan Bagor semakin memahami langkah-langkah konkret dalam mitigasi bencana serta siap berkoordinasi jika terjadi kondisi darurat.

Program Pidatif sendiri menjadi ruang bagi pemerintah untuk menghadirkan informasi penting secara kreatif dan dekat dengan masyarakat, termasuk edukasi kebencanaan yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.