Kabupaten Nganjuk Surplus Hewan Kurban 1447 H, Stok Aman dan Ternak Sehat
- 07-05-2026
Nganjuk, PING- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan keamanan, kesehatan, dan kelayakan hewan kurban di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan aman, nyaman, dan sesuai syariat.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, drh. Ery Cahyono menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan maupun kondisi kesehatan hewan kurban tahun ini.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dan tidak ragu melaksanakan ibadah kurban, karena ketersediaan ternak mencukupi dan kondisi penyakit hewan saat ini sudah terkendali,” ujar drh. Ery, Kamis (7/5/2026).
Pengendalian PMK Dilakukan Secara Intensif
Dalam rangka mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Pertanian Nganjuk terus memperkuat langkah pengendalian secara terpadu. Vaksinasi PMK Tahap I sebanyak 7.500 dosis telah terlaksana 100 persen pada periode Februari hingga Maret 2026. Saat ini vaksinasi memasuki Tahap II dengan target yang sama, yakni 7.500 dosis.
Selain vaksinasi, pengendalian PMK dilakukan melalui pengawasan ketat lalu lintas ternak, penguatan biosecurity melalui penyemprotan disinfektan, serta pengobatan ternak sakit dengan menerapkan prinsip Early Detection, Early Response, dan Early Report (E3).
“Kami terus melakukan pengawasan lalu lintas ternak dan penguatan biosecurity untuk mencegah penyebaran PMK. Penanganan dini menjadi kunci agar kondisi tetap terkendali,” jelasnya.
Dinas Pertanian juga terus meningkatkan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada para peternak terkait pentingnya pencegahan penyakit dan pengamatan dini terhadap kesehatan ternak.
Ratusan Petugas Diterjunkan
Untuk menjamin keamanan hewan kurban dari aspek kesehatan dan syariat, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk mengerahkan ratusan petugas yang akan melakukan pemeriksaan ante mortem (sebelum pemotongan) dan post mortem (setelah pemotongan).
Petugas yang disiagakan terdiri dari: 61 Dokter Hewan (Medik Veteriner), 50 Paramedik Veteriner, 1 Pengawas Bibit Ternak, 1 Pengawas Mutu Pakan, 20 Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat.
Seluruh petugas akan bertugas di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) maupun di lokasi pemotongan hewan kurban yang tersebar di seluruh Kabupaten Nganjuk.
“Pemeriksaan ante mortem dan post mortem penting dilakukan untuk memastikan hewan kurban sehat, layak dikonsumsi, dan memenuhi ketentuan syariat,” tambah drh. Ery.
Infrastruktur dan Ketersediaan Hewan Kurban Memadai
Dari sisi infrastruktur pendukung, Kabupaten Nganjuk memiliki 21 lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, tersedia 2 unit pasar sapi dan 14 pasar kambing/domba yang mendukung ketersediaan stok ternak.
Sementara untuk lokasi pemotongan hewan kurban, terdapat: 2 unit RPH-R milik pemerintah. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan kurban yang aman, sehat, dan tertib.
Pemeriksaan Hewan Kurban Dimulai 15 Mei 2026
Lanjut drh. Ery, pemeriksaan kesehatan hewan kurban dijadwalkan berlangsung mulai 15 hingga 29 Mei 2026. Pemeriksaan dilakukan di seluruh lapak penjualan hewan kurban, baik sapi maupun kambing/domba.
Setiap ternak akan diperiksa kondisi fisik dan kesehatannya, termasuk kesesuaian dengan syarat hewan kurban. Bagi ternak yang dinyatakan sehat, petugas akan menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai jaminan resmi bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat dan aman. Dengan adanya SKKH, masyarakat memiliki jaminan bahwa ternak telah melalui pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk berharap pelaksanaan Idul Adha 1447 H dapat berlangsung lancar, aman, sehat, dan sesuai syariat, sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang dan nyaman.