Usai Diresmikan Presiden, Bupati Marhaen Siapkan Desa Nglundo Jadi Pusat Wisata Edukasi Nganjuk
- 16-05-2026
Nganjuk, PING – Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk mendadak berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (16/5). Ribuan buruh pabrik, pekerja bangunan, pengemudi becak, petani, hingga buruh perikanan dari berbagai penjuru berkumpul sejak pagi buta. Mereka datang dengan satu tujuan: menyaksikan momen bersejarah peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Sejak pukul 08.30 WIB, antusiasme massa sudah tidak terbendung saat iring-iringan Kepala Negara tiba di lokasi. Gemuruh tepuk tangan dan teriakan penuh semangat menyambut kehadiran Presiden Prabowo yang datang untuk menepati janjinya kepada kaum pekerja.

Tak hanya dipadati oleh warga dan komunitas buruh lokal dari Kabupaten Nganjuk saja, acara peresmian ini juga menjadi magnet bagi para pekerja dari luar daerah. Terlihat gelombang massa buruh yang datang jauh-jauh dari wilayah tetangga, seperti Kabupaten Kediri, demi memberikan penghormatan kepada mendiang Marsinah yang kini resmi menyandang status Pahlawan Nasional.
Kehadiran perwakilan dari 38 ketua afiliasi organisasi pekerja, konfederasi serikat buruh nasional, hingga organisasi buruh internasional (ILO) semakin menegaskan betapa krusialnya arti museum ini bagi kaum pekerja lintas wilayah.
Antusiasme luar biasa tidak hanya datang dari elemen buruh, tetapi juga dari warga lokal Nganjuk yang merasa wilayahnya begitu dihormati dengan kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Rasa bangga ini salah satunya diungkapkan oleh Eni Susilowati, seorang warga dari Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, yang sengaja datang ke lokasi peresmian karena suaminya merupakan asli warga Desa Nglundo.
"Alhamdulillah dengan adanya Pak Prabowo, Presiden Republik Indonesia datang ke sini, kami sebagai warga Nganjuk sangat senang sekali dan bangga sekali sudah meresmikan pahlawan buruh kita yang ada di Nglundo, Sukomoro," ujar Eni dengan rona bahagia.
Ia pun menaruh harapan besar agar tempat bersejarah ini bisa membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. "Mudah-mudahan nanti akan segera ramai dan dapat dikunjungi dari masyarakat lainnya untuk wisata juga," tambahnya.

Bagi para buruh yang hadir, keberadaan museum ini adalah pengakuan nyata atas martabat mereka. Antusiasme mereka kian berlipat ganda saat mendengar pidato Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa seluruh rakyat Indonesia—termasuk kaum buruh—adalah pemegang saham sah atas kekayaan negara dalam konsep "Indonesia Inc".
"Saya sangat bangga para buruh pabrik, pekerja bangunan, pengemudi becak, para buruh tani, dan buruh perikanan dari seluruh Indonesia bisa bersatu di sini," ungkap Presiden Prabowo dalam sambutannya yang disambut sorak-sorai riuh dari para pekerja.
Warga setempat dan para buruh mengaku terharu karena peresmian museum ini dinilai sebagai peristiwa langka yang belum pernah ada sebelumnya di dunia. Usai acara formal penyerahan cenderamata, para buruh tidak langsung membubarkan diri. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk saling merangkul, berfoto di area luar museum, dan merayakan hari kemenangan bagi sejarah perburuhan Indonesia di Bumi Anjuk Ladang.