Resmikan SMA Baitul Izzah dan Masjid Al Ihsan, Bupati Nganjuk: Ini Investasi Besar Masa Depan Anak
- 22-06-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus berupaya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai penopang pembangunan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui agenda konsolidasi dan penagihan tunggakan pajak kendaraan bermotor plat kuning yang digelar pada Kamis (18/6/2026) di Ruang Rapat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD), Polres Nganjuk, Dinas Perhubungan Kabupaten Nganjuk, hingga para pelaku usaha transportasi yang beroperasi di wilayah Kabupaten Nganjuk. Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen, menegaskan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat dan pelaku usaha memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan program pembangunan daerah. Menurutnya, optimalisasi PAD menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program prioritas.

“Uang jenengan itu kita kembalikan ke pendidikan, termasuk beasiswa bagi 10.500 anak setiap tahunnya, serta layanan kesehatan bagi seluruh warga yang sudah kita tanggung melalui BPJS Kesehatan,” ujar Kang Marhaen di hadapan para peserta konsolidasi.
Ia menjelaskan bahwa setiap rupiah yang masuk ke kas daerah melalui pajak akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mulai dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur, sektor pendidikan, hingga layanan kesehatan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Marhaen juga mengajak seluruh pelaku usaha transportasi untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Menurutnya, membayar pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk partisipasi aktif dalam mendukung kemajuan daerah.

“Ketika pajak dibayar tepat waktu, maka pembangunan bisa berjalan lebih optimal. Jalan bisa diperbaiki, fasilitas pendidikan semakin baik, dan layanan kesehatan masyarakat dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Selain mendorong kepatuhan pajak, Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk dalam menerapkan prinsip transparansi dan keterbukaan. Ia membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk menyampaikan masukan, saran, maupun kendala yang dihadapi terkait pelayanan publik.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan konsolidasi ini, Pemkab Nganjuk berharap tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor, khususnya kendaraan angkutan umum dan kendaraan usaha berplat kuning, dapat meningkat secara signifikan. Dengan demikian, penerimaan daerah dapat terus bertambah dan menjadi modal penting dalam mendukung berbagai program pembangunan yang berkelanjutan demi mewujudkan Nganjuk yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.