Dua Desa di Nganjuk Lolos Tahap Presentasi dan Wawancara Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026
- 04-11-2026
Nganjuk, PING – Pencegahan kenakalan remaja di lingkungan pendidikan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Tidak hanya kepolisian, sekolah, guru, orang tua, hingga para pelajar juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro atau yang akrab disapa Mas Handy, saat memimpin Apel Satgas Preemtif Strike Polisi Jogo Sekolah Polda Jawa Timur yang digelar Polres Nganjuk di Lapangan Apel Mapolres Nganjuk, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala dinas pendidikan, kepala sekolah, guru Bimbingan Konseling (BK), serta perwakilan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kalangan pelajar.

Dalam arahannya, Mas Handy menegaskan bahwa persoalan kenakalan remaja tidak boleh dianggap sepele. Bullying, kekerasan fisik, kekerasan seksual, hingga praktik judi online merupakan sejumlah persoalan yang harus mendapat perhatian serius dan ditangani secara bersama-sama.
"Kami titip betul, bullying, kekerasan fisik, kekerasan seksual harus diberantas di Kabupaten Nganjuk," tegas Mas Handy.
Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan perilaku peserta didik. Karena itu, kepala sekolah dan guru BK diharapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga aktif melakukan pengawasan, pembinaan, serta pendampingan terhadap perkembangan perilaku siswa.

Mas Handy juga mendorong agar setiap permasalahan yang muncul di lingkungan sekolah dapat dikenali dan ditangani sejak dini. Peran guru BK sebagai tempat konsultasi dan pendampingan siswa perlu diperkuat sehingga persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi tindakan yang lebih serius.
Sinergi antara pihak sekolah dan kepolisian melalui program Polisi Jogo Sekolah diharapkan dapat membangun pola pencegahan yang lebih efektif. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.
Selain menjadi sasaran pembinaan, para pelajar juga diharapkan mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan sekolah. Perwakilan OSIS yang hadir dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk mendorong tumbuhnya kesadaran antarsiswa mengenai pentingnya saling menghormati, menjaga pergaulan, dan menolak segala bentuk kekerasan.

Melalui Apel Satgas Preemtif Strike Polisi Jogo Sekolah ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama kepolisian dan seluruh unsur pendidikan memperkuat komitmen untuk menghadirkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045. Dengan kolaborasi yang kuat dan kepedulian seluruh pihak, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, serta mampu menjadi agen perubahan (agent of change) dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan positif.