#

Bulan Suro Tiba, Saatnya Tingkatkan Iman dan Introspeksi Diri

Nganjuk, PING– Bulan Suro atau Muharram kembali tiba. Bagi umat Islam, bulan ini bukan sekadar penanda awal tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi momen yang penuh keutamaan dan spiritualitas. Tak heran, banyak masyarakat yang mengisinya dengan berbagai kegiatan religius dan renungan diri.

Secara historis dan spiritual, Muharram merupakan salah satu dari empat bulan suci dalam Islam. Dalam Alquran, bulan-bulan ini disebut sebagai waktu yang dimuliakan, di mana amal kebaikan dilipatgandakan dan perbuatan dosa sangat dihindari. Rasulullah SAW juga menyebut Muharram sebagai “bulan Allah”, sebuah penegasan betapa mulianya bulan ini.

“Bulan Suro adalah waktu yang tepat untuk muhasabah atau introspeksi diri. Kita diajak untuk menata niat, memperbaiki ibadah, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Ustaz Ahmad Fauzi, pengasuh salah satu pesantren di Kabupaten Nganjuk.

Di berbagai daerah, termasuk di Nganjuk, tradisi keagamaan seperti doa bersama, pengajian, puasa sunah, dan kegiatan sosial sering digelar selama bulan ini. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah puasa Tasu'a dan Asyura, yang jatuh pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Puasa ini diyakini dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

Tak hanya itu, bulan Suro juga sarat nilai budaya. Di kalangan masyarakat Jawa, bulan ini dipercaya sebagai waktu sakral untuk menjauhi konflik dan memperbanyak tirakat. Tradisi kirab, tumpengan, hingga malam tirakatan menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur yang selaras dengan ajaran Islam.

Namun, para ulama tetap mengingatkan bahwa yang terpenting dari bulan Suro adalah peningkatan kualitas ibadah dan mempererat hubungan dengan sesama. Bukan sekadar ritual, tetapi sebagai momen refleksi untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru ini.

“Mari kita jadikan Muharram sebagai momentum memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan mempererat tali silaturahmi. Tahun baru Hijriah bukan sekadar angka, tapi awal perjalanan menuju kehidupan yang lebih berkah,” pesan Ustaz Fauzi.