#

Damkarmat Nganjuk Sigap Atasi Aduan Masyarakat

Nganjuk, PING- Musim kemarau kembali membawa ancaman kebakaran di wilayah Kabupaten Nganjuk. Terbaru, peristiwa kebakaran melanda tumpukan jerami di Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk, Minggu dini hari (20/7/2025). Dilansir dari JP Radar Nganjuk, diduga api berasal dari sisa pembakaran sampah yang tak dijaga dan akhirnya merembet ke jerami kering yang tersimpan di sekitar lokasi.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 00.28 WIB. Musiran, warga setempat, membakar sampah di belakang rumahnya sejak sore. Namun, bara api yang belum sepenuhnya padam ditinggal begitu saja saat malam hari. Angin kencang yang bertiup membuat api kembali menyala dan menyambar tumpukan jerami kering yang berada tak jauh dari titik pembakaran.

Baca Juga : Damkarmat Nganjuk Berhasil Padamkan Api di Lengkong Lor, Tiga Pos Dikerahkan

Kebakaran diketahui oleh Budi, tetangga Musiran, yang melihat kobaran api dan asap tebal. Ia pun segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk. Petugas dari Pos Kota Nganjuk diterjunkan ke lokasi dengan satu unit mobil damkar.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 00.30 WIB dan langsung mengerahkan armada ke lokasi,” ujar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Sujito.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena jerami sangat kering dan mudah terbakar. Beruntung, api tidak sampai menjalar ke bangunan rumah warga. Meski begitu, seluruh tumpukan jerami ludes dilalap si jago merah. Kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Tak hanya menangani kebakaran, Damkarmat Nganjuk juga kembali beraksi keesokan paginya. Kali ini, petugas menerima laporan keberadaan seekor ular di Dusun Semare Kulon, Desa Semare, Kecamatan Berbek. Seekor ular piton ditemukan masuk ke kandang ayam warga.

“Ular piton berhasil kami evakuasi setelah menyantap ayam milik warga,” terang Sujito.

Baca Juga : Damkarmat Nganjuk Sigap Selamatkan Rumah Warga dari Amukan Si Jago Merah

Pihak Damkarmat mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama di musim kemarau yang rawan kebakaran. Aktivitas pembakaran sampah sebaiknya diawasi secara ketat dan tidak ditinggalkan sebelum benar-benar padam. Selain itu, warga diminta segera melapor jika menemukan hewan liar yang membahayakan.