Jangan Kalap! Ini 5 Tips Sehat Menikmati Daging Kurban Tanpa Takut Kolesterol Melonjak
- 27-05-2026
Nganjuk, PING– Ratusan perangkat desa se-Kabupaten Nganjuk memadati Pendopo KRT Sosrokoesoemo pada Selasa (30/9/2025). Acara ini merupakan momen bersejarah bagi Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Nganjuk dengan dilantiknya dan dikukuhkannya kepengurusan masa bhakti 2025-2030.
Kegiatan pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy Cahyo Saputro, Ketua PPDI Provinsi Jawa Timur Sutoyo Muslih, Jajaran Forkopimda, Ketua PPDI Kabupaten Nganjuk dan jajarannya, serta undangan terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menyampaikan ucapan selamat atas dilantik dan dikukuhkannya kepengurusan PPDI Kabupaten Nganjuk masa bhakti 2025-2030 dan menekankan landasan hukum kuat yang menaungi organisasi perangkat desa.

"Keberadaan Persatuan Perangkat Desa Indonesia ini sudah sangat jelas, berlandaskan pada aturan dan Undang-Undang yang berlaku. Ini bukan hanya sekadar perkumpulan, tetapi sebuah organisasi profesi yang diakui dan memiliki peran vital dalam struktur pemerintahan desa," tegas Bupati Marhaen.
Orang nomor satu di Kota Bayu itu juga mengingatkan bahwa perangkat desa adalah pilar penting dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat paling bawah.
"Perangkat desa adalah bagian yang membantu kepala desa dalam menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, saya minta seluruh pengurus dan anggota PPDI harus selalu selaras dan sejalan dengan program kerja kepala desa. Harmonisasi ini adalah kunci keberhasilan desa," lanjut Kang Marhaen sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, Bupati Marhaen menekankan pentingnya kolaborasi organisasi di semua tingkatan. "Saya berharap PPDI Kabupaten Nganjuk ini tidak hanya kuat di daerah, tetapi harus bisa bekerjasama erat dengan PPDI Pusat. Sinergi pusat dan daerah ini penting, agar seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di Nganjuk, benar-benar bisa merasakan manfaat dan dampak positif dari keberadaan perangkat desa yang profesional," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PPDI Provinsi Jawa Timur, Sutoyo Muslih, memberikan apresiasi tinggi atas soliditas perangkat desa di Nganjuk. Ia mengingatkan bahwa organisasi PPDI memiliki peran ganda, yakni sebagai mitra pemerintah dan sebagai wadah perjuangan aspirasi anggota.
"Kami dari PPDI Provinsi akan terus mengawal berbagai isu strategis, terutama yang berkaitan dengan kejelasan status kepegawaian perangkat desa. Soliditas adalah kunci utama. Jangan sampai ada dualisme kepentingan yang merugikan perangkat desa itu sendiri," ujar Sutoyo Muslih.
Ia juga berpesan agar kepengurusan yang baru ini fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) perangkat desa. "Tugas kita semakin kompleks. Tingkatkan terus kompetensi, pahami regulasi, dan pastikan setiap desa di Nganjuk memiliki perangkat desa yang profesional dan berintegritas," imbuhnya.