#

Perkuat SDM, Dinsos PPPA Nganjuk Gelar Pelatihan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak

Nganjuk, PING– Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus, Rabu (1/10/2025), di Ruang Rapat Dinsos PPPA setempat. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang perlindungan perempuan dan anak.

Pelatihan diikuti oleh 75 peserta yang berasal dari unsur Dinas Kesehatan, puskesmas, pengurus TP PKK tingkat kecamatan dan kabupaten, serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) se-Kabupaten Nganjuk. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 1–2 Oktober 2025.

Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk, Haris Jatmiko, menegaskan empat poin penting yang menjadi fokus pelatihan. Pertama, meningkatkan pemahaman tentang isu kekerasan pada perempuan dan anak serta dampaknya. Kedua, memperkuat keterampilan dalam menangani kasus dengan berpihak pada korban. Ketiga, mempererat jejaring kerja lintas sektor agar koordinasi lebih efektif. Keempat, mengembangkan strategi layanan yang profesional, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan korban.

“Semua ini hanya bisa terwujud jika ada koordinasi dan kolaborasi yang kuat antar lembaga. Harapannya, pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran kita dalam melindungi dan memenuhi hak-hak korban,” ujar Haris.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Andriyana Maharani, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali petugas dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat agar pelayanan terhadap korban dapat dilakukan secara menyeluruh, terkoordinasi, serta sesuai standar.

“Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat membangun sinergi antar lembaga maupun masyarakat, sehingga penanganan kasus lebih efektif, hak korban terpenuhi, dan dampak negatif dapat diminimalisir,” jelasnya.

Untuk memperkuat materi, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Jumali Sapta Agung, Ketua Independen Pekerja Sosial Indonesia (IPSPI) Jawa Timur, dan Bintaryana Anugeraheni, pengurus DPD IPSPI Jawa Timur. Keduanya membawakan materi seputar manajemen kasus dan sistem perlindungan anak, proses dan etika praktik manajemen kasus, sistem rujukan, hingga pencatatan dan pelaporan.

Melalui pelatihan ini, Dinsos PPPA Nganjuk berharap para peserta dapat lebih profesional dan responsif dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi semua.