#

Diperta Nganjuk Gandeng BPS Laksanakan Panen Raya Kedelai Osoya 2 di Baron

Nganjuk, PING– Upaya meningkatkan produksi kedelai nasional terus digalakkan. Pada Rabu (1/10/2025), Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Nganjuk melaksanakan panen dan ubinan kedelai varietas Osoya 2. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di UPT Pengembangan Benih Padi – Kebun Benih Baron I, Desa Waung, Kecamatan Baron, dengan menghadirkan Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian.

Panen perdana kedelai Osoya 2 ini menjadi penanda penting bahwa Nganjuk tidak hanya dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional, tetapi juga mulai serius mengembangkan komoditas kedelai. Varietas baru ini hadir berkat kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan penyedia benih. PT Amerta Indah Otsuka bersama CV Megatani berperan sebagai mitra penyedia benih yang kemudian akan dikembangkan menjadi Benih Pokok (Registered Seed/BP) untuk menjamin ketersediaan benih unggul di tingkat petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, dalam kesempatan itu menyampaikan optimisme bahwa Osoya 2 dapat menjadi solusi nyata dalam menjawab tantangan produksi kedelai di Indonesia. Menurutnya, kebutuhan kedelai nasional selama ini sebagian besar masih dipenuhi dari impor, sehingga hadirnya inovasi varietas unggul akan sangat membantu menekan ketergantungan tersebut.

“Kedelai Osoya 2 kami harapkan dapat menjadi inovasi benih unggul yang mendukung peningkatan produksi kedelai nasional. Lebih jauh, kami ingin varietas ini juga memberi nilai tambah bagi kesejahteraan petani,” tegas Ida.

Selain mendukung ketahanan pangan nasional, pengembangan kedelai Osoya 2 juga diproyeksikan mampu mendorong diversifikasi usaha tani. Petani yang selama ini bergantung pada komoditas padi, dapat memiliki alternatif usaha dengan nilai ekonomi yang menjanjikan.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra swasta melalui pengembangan kedelai Osoya 2 di Nganjuk diharapkan menjadi model sinergi yang berkelanjutan. Dengan inovasi benih unggul, strategi budidaya yang tepat, serta dukungan pasar, komoditas kedelai Indonesia diyakini akan lebih mandiri dan kompetitif di masa mendatang.