#

Dinas KPP Nganjuk Dorong Peningkatan Konsumsi Ikan Lewat Produk Olahan Kreatif

Nganjuk, PING– Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Nganjuk melalui UPTD PBAT Warujayeng sukses menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Produk Berbahan Dasar Ikan pada 23 dan 25 September 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari kelompok pembudidaya ikan (pokdakan), kelompok pengolah dan pemasar (poklahsar), hingga pelaku UMKM perikanan.

Pelatihan ini dikemas dalam dua hari penuh praktik, ilmu, dan inovasi. Pada hari pertama (23 September), peserta berfokus pada teknik pembuatan ikan nila marinasi serta praktik packing dan branding produk olahan ikan, agar produk lebih bernilai dan menarik di pasar.

Kemudian, pada hari kedua (25 September) peserta mendapatkan materi lanjutan berupa pelatihan fillet ikan lele dan nila, pembuatan camilan kekinian berbasis olahan ikan yakni “Fish Pok Pok”, serta penyerahan mesin vacuum sealer kepada seluruh peserta sebagai dukungan penguatan usaha.

Hadir sebagai narasumber, Yunus Hapu Hawu,  Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL), yang menekankan pentingnya pengolahan pascapanen.

“Selama ini banyak ikan segar yang dijual tanpa diolah, padahal jika dikembangkan menjadi produk inovatif, nilainya bisa berlipat ganda. Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan daya saing produk perikanan di Nganjuk,” jelasnya.

Sementara itu, Imroatus Solikah, pelaku UMKM dari Kusumanila Farm, berbagi pengalaman sukses dalam mengolah hasil budidaya ikan menjadi produk bernilai jual tinggi.

“Kunci usaha olahan ikan adalah inovasi. Jika ada kendala ikan tidak terserap pasar atau terjadi ikan mambeg, maka solusinya adalah mengolah menjadi produk siap saji. Dengan begitu, tantangan bisa diubah menjadi peluang,” ungkapnya.

Kepala Dinas KPP Kabupaten Nganjuk, Jusuf Satrio Wibowo, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat perikanan.

“Kami ingin pelaku UMKM dan kelompok perikanan di Nganjuk memiliki keterampilan hilirisasi produk. Dengan begitu, hasil perikanan tidak hanya dijual segar, tetapi bisa dipasarkan dalam bentuk olahan modern yang lebih tahan lama, bernilai tambah, dan mampu menembus pasar lebih luas,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas KPP Nganjuk berharap pelaku UMKM perikanan semakin siap menghadapi tantangan, sekaligus menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan mesin vacuum sealer kepada 30 peserta sebagai bentuk dukungan untuk pengembangan usaha mereka.