#

400 Pemanah Hadir di Laden Ageng Jemparingan Nganjuk 2025

Nganjuk, PING– Semangat budaya dan sportivitas berpadu dalam kemeriahan Laden Ageng Jemparingan Nganjuk 2025 yang digelar di Stadion Anjuk Ladang, Minggu (12/10/2025). Dengan mengusung tema “Membidik Budaya, Merajut Nusantara”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melestarikan sekaligus merayakan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jemparingan, olahraga panahan tradisional khas keraton yang sarat makna filosofis.

Lebih dari 400 pemanah tradisional (jemparing) dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal sebagai asal mula Jemparingan, hingga Jawa Barat, turut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini.

Para peserta tidak hanya menguji ketangkasan dalam membidik sasaran, tetapi juga menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung dalam falsafah Jemparingan, yakni “Pamenthanging Gandhewa, Pamanthenging Cipta” membentangkan busur seiring keteguhan cipta dan batin.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga, dan Kebudayaan (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya pelestarian dan pengembangan Jemparingan di Nganjuk.

Dalam sambutannya, Gunawan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wujud nyata komitmen Nganjuk dalam menjaga warisan budaya bangsa.

“Laden Ageng Jemparingan 2025 bukan hanya tentang adu ketangkasan memanah, tetapi juga tentang pelestarian nilai-nilai budaya yang luhur. Melalui Jemparingan, kita belajar tentang ketenangan, konsentrasi, dan keteguhan hati nilai-nilai yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Gunawan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta dari berbagai daerah di Nusantara.

“Kehadiran panjenengan semua membuktikan bahwa budaya mampu mempersatukan kita dalam harmoni. Semoga dari Nganjuk ini, semangat Jemparingan terus tumbuh, berkembang, dan kelak melahirkan prestasi yang membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” lanjutnya.

Lebih dari sekadar ajang olahraga tradisional, Laden Ageng Jemparingan Nganjuk 2025 menjadi ruang silaturahmi dan wadah pemersatu bangsa melalui budaya. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kabupaten Nganjuk dalam menjaga tradisi, mempererat persaudaraan antardaerah, sekaligus meneguhkan identitas budaya bangsa.

“Mari kita jaga dan lestarikan Jemparingan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, agar generasi mendatang tetap mengenal dan mencintai jati diri bangsanya melalui warisan luhur para leluhur,” pungkas Gunawan.

Dengan semangat “Membidik Budaya, Merajut Nusantara,” Nganjuk kembali menegaskan dirinya sebagai daerah yang aktif dalam merawat kearifan lokal sekaligus memperkuat jalinan budaya lintas daerah di Indonesia.