Sinergi Kawal Akuntabilitas, Pemkab Nganjuk Komitmen Perkuat Fungsi APIP Sejak Perencanaan
- 26-05-2026
Nganjuk, PING- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk terus berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan personelnya dalam menghadapi situasi darurat. Hal itu diwujudkan melalui Pelatihan Medical First Responder (MFR) Tingkat Lanjutan, yang digelar selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Oktober 2025 di Balai Desa Sonopatik, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta dari BPBD Nganjuk dan diselenggarakan atas kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur sebagai mitra teknis sekaligus narasumber utama. Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah dilaksanakan pada tingkat intermediate, kini ditingkatkan ke level advanced agar peserta memiliki kemampuan yang lebih komprehensif dalam memberikan pertolongan pertama pada keadaan gawat darurat di lapangan.
Baca Juga : BPBD Nganjuk Evakuasi Pohon Tumbang di Beberapa Titik Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik langsung, mulai dari penanganan medis darurat, triase, evakuasi korban, penggunaan alat medis lapangan, hingga koordinasi antar instansi dalam menghadapi keadaan darurat. Tujuannya agar para personel dapat merespon cepat dan tepat dalam setiap situasi krisis, baik di lokasi bencana maupun kejadian tak terduga lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan PMI Provinsi Jawa Timur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap, kemampuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam tugas-tugas kemanusiaan di lapangan.
“Pelatihan ini penting agar tim kami siap memberikan pertolongan cepat dan tepat ketika terjadi bencana di wilayah Kabupaten Nganjuk,” ujarnya.
Baca Juga : BPBD Nganjuk Tangani Cepat Pohon Tumbang di Desa Wengkal Rejoso
Kegiatan yang berakhir pada 13 Oktober 2025 ini sekaligus menandai tuntasnya pelatihan MFR tingkat lanjutan. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, seluruh peserta diharapkan mampu mengimplementasikan kemampuan tanggap darurat secara profesional, serta menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan jiwa di situasi bencana.