#

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Ekstrem Akhir-Akhir Ini

Jakarta, PING- Cuaca panas yang menyengat dan berlangsung dalam beberapa pekan terakhir dirasakan di berbagai wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan kondisi ini terjadi.

Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, salah satu penyebab utama cuaca panas ekstrem saat ini adalah pergeseran semu matahari ke arah selatan. Fenomena ini menyebabkan penurunan tutupan awan, sehingga radiasi sinar matahari langsung lebih intens menyentuh permukaan bumi.

"Kenapa terasa makin panas? Pertama, karena tutupan awan sangat minim, sinar matahari menembus langsung tanpa hambatan," ujar Dwikorita dalam keterangannya dikutip dari detik.com, Selasa (14/10/2025).

Selain itu, radiasi matahari yang meningkat juga berperan besar, terutama di wilayah daratan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Ketiga wilayah ini menjadi area yang paling terdampak karena memiliki intensitas penyinaran tinggi serta suhu permukaan yang cenderung lebih panas.

BMKG juga mencatat bahwa saat ini Indonesia sedang memasuki masa pancaroba, yaitu transisi dari musim kemarau menuju musim hujan. Pada masa ini, cuaca sering kali berubah-ubah dan tidak stabil, dengan suhu yang bisa melonjak pada siang hari dan hujan lokal pada sore hingga malam hari.

“Pancaroba ditandai dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain suhu udara yang meningkat, potensi hujan deras dan angin kencang juga bisa muncul secara tiba-tiba,” jelasnya.

Sebagai tambahan, fenomena La Nina lemah yang mulai berkembang juga diprediksi akan mempengaruhi pola cuaca dalam beberapa bulan ke depan, dengan potensi peningkatan curah hujan mulai November 2025 hingga awal 2026.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi tubuh, menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, dan memperbanyak konsumsi air putih. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.