#

Wujudkan Anak Indonesia Hebat, Kang Marhaen Tegaskan Komitmen Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

Nganjuk, PING— Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan Gebyar Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Jenjang PAUD Tahun 2025, Rabu (15/10/2025). Acara yang dipusatkan di Stadion Anjuk Ladang Nganjuk ini mengusung tema “Sinergi Semesta, Orang Tua, Guru, dan Komunitas Wujudkan PAUD Bermutu untuk Semua.”

Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Bunda PAUD Kabupaten Nganjuk Sri Wahyuni Marhaen, Wakil Bupati Nganjuk Tri Handy Cahyo Saputro, Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Nganjuk dr. Widhi Nastiti Tri Handy,  jajaran Forkopimda, serta ratusan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD dari seluruh kecamatan di Kabupaten Nganjuk.

Dalam momentum bersejarah ini, Bupati Nganjuk secara resmi mengukuhkan Bunda PAUD Kabupaten Nganjuk. Pengukuhan tersebut dilanjutkan dengan pelantikan Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten Nganjuk oleh Bunda PAUD Kabupaten sebagai bagian dari upaya memperkuat peran dan sinergi penggerak pendidikan anak usia dini di setiap wilayah.

Gebyar PAUD 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat karakter anak sejak usia dini. Melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat — disiplin, mandiri, sopan, jujur, peduli, tangguh, dan gemar membaca — kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan terdekat: keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memberikan pesan mendalam kepada para guru dan orang tua agar lebih berhati-hati dalam berkomunikasi dengan anak. Menurutnya, anak-anak usia dini merupakan generasi emas (golden age) yang harus tumbuh dengan dukungan positif, bukan tekanan.

“Itu adalah tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Saya titip kepada Bapak Ibu Guru PAUD dan TK, anak-anak hebat ini adalah aset luar biasa, aset Nganjuk. Anak-anak PAUD adalah usia emas, maka dari itu harus selalu dimotivasi dan diberi semangat,” ujar Kang Marhaen sapaan akrabnya.

Kang Marhaen juga mengingatkan agar orang tua dan guru tidak menggunakan kata-kata negatif kepada anak-anak, karena akan berpengaruh pada rasa percaya diri mereka di masa depan.

“Kalau anak PAUD mendengar kata negatif, itu akan tersimpan sampai tua. Anak yang tidak percaya diri biasanya menunduk, tidak berani memandang lawan bicara. Maka dari itu, anak-anak Nganjuk harus percaya diri semuanya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kang Marhaen juga menegaskan bahwa pembelajaran di jenjang PAUD tidak boleh menekan anak dengan beban akademik berlebih. Anak usia dini harus diberi ruang bermain yang cukup agar tumbuh bahagia dan kreatif.

“Anak-anak usia PAUD adalah anak-anak usia bermain. Tolong beri porsi yang banyak bermainnya, jangan terlalu banyak pelajaran. Beri materi sambil bermain, agar anak tumbuh bahagia dan hebat,” pesan Kang Marhaen.

Gebyar PAUD 2025 di Nganjuk menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan anak usia dini yang berkarakter. Melalui sinergi semesta antara orang tua, guru, dan komunitas, diharapkan PAUD di Nganjuk mampu melahirkan generasi cerdas, percaya diri, dan berakhlak mulia menuju Indonesia Emas 2045.