Sinergi Kawal Akuntabilitas, Pemkab Nganjuk Komitmen Perkuat Fungsi APIP Sejak Perencanaan
- 26-05-2026
Nganjuk, PING– Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk kembali menegaskan komitmennya terhadap modernisasi sektor pangan dengan menyelenggarakan demonstrasi penyebaran Agens Pengendali Hayati (APH) menggunakan teknologi drone sprayer. Kegiatan yang berlokasi di Desa Selorejo Bagor ini disambut hangat oleh lima kelompok tani sebagai solusi efektif menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil.
Salah satu terobosan terbaru dari Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, adalah pemanfaatan drone sprayer untuk penyebaran Agens Pengendali Hayati (APH) sebagai langkah preventif dan represif terhadap serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) seperti ulat grayak dan hama lainnya.
Kegiatan aplikasi APH menggunakan drone ini telah diimplementasikan di berbagai sentra pertanian, termasuk lahan padi dan bawang merah, sebagai bagian dari upaya Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Salah satu petani dari kelompok tani Boga Sembada, Dianto (43), mengungkapkan rasa terima kasihnya atas program aplikasi APH menggunakan drone ini. Beliau menekankan bahwa teknologi ini membawa manfaat besar bagi para petani.

Kepada PING, Dianto menjelaskan perbedaan signifikan antara metode tradisional dan penggunaan drone. Metode Tradisional (sebelum drone): Petani harus menggunakan alat tradisional, yaitu tangki yang digendong, untuk pengobatan tanaman. Efisiensi Biaya dan Tenaga: Metode tangki gendong bisa dibilang membutuhkan biaya dan tenaga yang lebih besar. Namun, dengan hadirnya drone, Dianto optimistis hal ini akan berubah.
"Mungkin dengan adanya drone ini, bisa lebih irit. Harapannya bisa efisien anggaran," ujar Dianto. Beliau juga berharap hasil panen akan menjadi lebih baik dengan teknologi ini.
Drone sprayer yang didemonstrasikan mampu bekerja secara otomatis setelah koordinat lahan di-set oleh operator. Drone akan bergerak bolak-balik menyemprotkan APH secara merata. Hal ini sangat vital karena memastikan perlindungan tanaman dari hama lebih optimal dan cepat, tanpa membuang-buang waktu dan cairan APH/pupuk.

Kegiatan yang melibatkan tiga unit drone secara langsung ini merupakan bukti keseriusan Pemkab Nganjuk untuk mempercepat adopsi teknologi tepat guna di tingkat petani.