Sinergi Kawal Akuntabilitas, Pemkab Nganjuk Komitmen Perkuat Fungsi APIP Sejak Perencanaan
- 26-05-2026
Nganjuk, PING- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk terus memperkuat sinergi antara dunia industri dan tenaga kerja. Pada Selasa (14/10/2025), tim Disnaker melakukan kunjungan lapangan ke PT. Zhanhui Jaya Indonesia dan PT. Langgeng Jaya Makmur Guyangan dalam rangka pendataan sarana hubungan industrial di dua perusahaan tersebut.
Kunjungan ini dipimpin oleh Kasi Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja (HI dan PTK) Disnaker Nganjuk, Suwanto. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencatat dan memantau sarana yang digunakan perusahaan dalam menjaga hubungan kerja yang sehat antara pengusaha dan karyawan.
“Pendataan ini meliputi keberadaan Serikat Pekerja, Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit, Peraturan Perusahaan (PP), serta Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Semua itu menjadi fondasi penting dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan,” terang Suwanto.
Baca Juga : Disnaker Gelar Bimtek Konsultansi Produktivitas untuk Perusahaan Kecil
Selain pendataan, kunjungan ini juga menjadi momentum bagi Disnaker Nganjuk untuk mendorong terbukanya peluang kerja baru bagi masyarakat. Menurut Suwanto, PT. Zhanhui Jaya Indonesia saat ini tengah membutuhkan tambahan tenaga kerja di bidang menjahit untuk mendukung kapasitas produksi.
“Kami mengimbau para pencari kerja, terutama yang memiliki keterampilan menjahit, agar memanfaatkan peluang ini. Kebutuhan tenaga kerja di sektor garmen masih cukup besar, tidak hanya di PT. Zhanhui, tapi juga di beberapa perusahaan lain di Nganjuk,” ujarnya.
Sementara itu, Sriwitjayanti, HRD PT. Zhanhui Jaya Indonesia, menyambut baik kunjungan dari Disnaker. Ia berharap kerja sama dengan pemerintah daerah dapat membantu perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.
Baca Juga : Gandeng PT Eagle Sporting Goods, Disnaker Nganjuk Adakan Pelatihan Berbasis Kompetensi
“Kami berterima kasih atas pendampingan dari Disnaker Nganjuk. Saat ini, kami membuka lowongan untuk 50 tenaga jahit baru agar produksi dapat berjalan maksimal,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Disnaker Nganjuk tidak hanya memperkuat hubungan industrial antara perusahaan dan pekerja, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan serapan tenaga kerja lokal. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menekan angka pengangguran di Kabupaten Nganjuk.