Sinergi Kawal Akuntabilitas, Pemkab Nganjuk Komitmen Perkuat Fungsi APIP Sejak Perencanaan
- 26-05-2026
Nganjuk, PING- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk menggelar pelatihan peningkatan kapasitas petugas dalam pemanfaatan alat komunikasi Handy Talky (HT), Kamis (9/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Amarta Lantai 2 RSUD Nganjuk, Jl. Dr. Soetomo ini merupakan bagian dari implementasi program KODARKIS (Komunikasi Darurat Krisis Bidang Kesehatan).
Pelatihan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini diikuti oleh pejabat dan staf yang membidangi komunikasi serta koordinasi lapangan dari berbagai unit kerja Dinas Kesehatan, termasuk perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Tanggap Bencana.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dr. Tien Farida Yani, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan sumber daya informasi kesehatan melalui pemanfaatan teknologi komunikasi yang cepat dan tepat.
“Pemanfaatan alat komunikasi yang efektif sangat diperlukan, terutama dalam kegiatan lapangan, penanggulangan bencana, maupun situasi darurat kesehatan masyarakat,” ujar dr. Tien.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa selain penggunaan alat komunikasi yang memadai, membangun jejaring lintas sektor juga menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi situasi krisis kesehatan.
“Koordinasi dan komunikasi antarpetugas harus berjalan baik, terutama saat terjadi kejadian kedaruratan. Hal ini perlu didukung oleh pengelolaan data yang akurat serta komitmen untuk memanfaatkan sarana komunikasi yang ada,” imbuhnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menerima pembekalan teori dan praktik langsung mengenai penggunaan HT, mulai dari pengenalan fungsi tombol, etika komunikasi radio, hingga simulasi komunikasi antarpetugas di situasi darurat. Para instruktur memberikan bimbingan langsung agar peserta mampu mengoperasikan alat dengan benar dan efisien di lapangan.
Melalui pelatihan ini, dr. Tien berharap kemampuan koordinasi dan kecepatan respon petugas kesehatan di lapangan dapat meningkat signifikan, terutama dalam menghadapi keadaan darurat dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi yang diikuti antusias oleh seluruh peserta.
Adapun peserta pelatihan meliputi perwakilan dari 20 Puskesmas se-Kabupaten Nganjuk, serta sejumlah instansi dan unit kerja lainnya, di antaranya RSUD Nganjuk, RSUD Kertosono, RSI Aisyiyah, RS Bhayangkara Tk III, Kluster Kesehatan, Satpam, PSC 119, Dinas Kominfo, dan BPBD Kabupaten Nganjuk.
Pelatihan ini menjadi langkah nyata Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dalam memperkuat sistem komunikasi darurat di bidang kesehatan menuju layanan yang lebih sigap, terkoordinasi, dan tangguh menghadapi krisis.