Sinergi Kawal Akuntabilitas, Pemkab Nganjuk Komitmen Perkuat Fungsi APIP Sejak Perencanaan
- 26-05-2026
Nganjuk, PING- Dalam rangka memperingati Hari Ketahanan Pangan Nasional, Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar kegiatan Sekolah Peduli Inflasi Teras Pangan B2SA Goes to School di SMP Negeri 3 Nganjuk.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah beserta ibu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta Tim TPID Nganjuk. Turut hadir pula Kepala Sekolah, para guru, staf, dan siswa-siswi SMPN 3 Nganjuk.
Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi atas inovasi sekolah yang peduli terhadap pengendalian inflasi.
Baca Juga : Peluncuran Program Teras Pekarangan B2SA di SMPN 6 Nganjuk, Wujudkan Sekolah Peduli Inflasi
“Baru kali ini saya tahu ada sekolah yang peduli dengan inflasi. Ini kerja nyata dengan menanam tanaman pangan. Tanaman B2SA ini penting untuk menekan inflasi,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan kegiatan ini dengan kunjungan Menteri Perdagangan yang baru-baru ini meninjau harga pangan di Pasar Wage Nganjuk. Menurutnya, langkah edukatif seperti ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas harga.
“Saya sangat mengapresiasi. Dengan menanam tanaman pangan, siswa belajar langsung tentang pentingnya menjaga ketersediaan bahan pangan agar inflasi tetap terkendali,” tambahnya.
Kang Marhaen berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kemandirian siswa dalam memahami inflasi dan pentingnya ketahanan pangan sejak dini.
Baca Juga : Sekolah Peduli Inflasi Sasar MAN 2 Nganjuk, Sekda Nganjuk Ajak Jaga Kedaulatan Pangan dengan B2SA
Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung menanam tanaman pangan di area sekolah, diikuti dengan pembagian paket alat tulis kepada para siswa sebagai bentuk apresiasi.

Melalui kegiatan ini, para pelajar SMPN 3 Nganjuk tidak hanya mendapatkan ilmu tentang inflasi dan ketahanan pangan, tetapi juga pengalaman nyata dalam menanam dan merawat tanaman sebagai simbol kontribusi generasi muda dalam menjaga stabilitas pangan daerah. (Yos/Kr)