#

TPID Nganjuk Inisiasi Sekolah Peduli Inflasi, Tanamkan Kesadaran Ekonomi bagi Pelajar SMPN 3 Nganjuk

Nganjuk, PING- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Nganjuk bersama Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus berinovasi dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan Sekolah Peduli Inflasi Teras Pangan B2SA Goes to School, yang digelar di SMP Negeri 3 Nganjuk pada, Jumat (10/10/2025) dalam rangka memperingati Hari Ketahanan Pangan Nasional.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Nganjuk, Jusuf Satrio Wibowo menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan siswa tentang inflasi, ketahanan pangan, dan pentingnya pola konsumsi yang beragam, bergizi, seimbang, serta aman (B2SA).

“Kami ingin memberikan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan tanaman pangan hortikultura untuk meningkatkan ketahanan pangan yang aman dan bergizi. Ini juga bagian dari edukasi agar generasi muda turut menjaga ketersediaan pangan dan memahami bagimana caranya agar dapat menekan inflasi daerah,” terangnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan visi Kabupaten Nganjuk yaitu untuk mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, dan bermartabat melalui penguatan sektor pangan dan pembangunan wilayah agropolitan.

Lebih lanjut, Kadis Jusuf menyampaikan bahwa TPID Nganjuk terus berupaya menghadirkan pendekatan baru dalam sosialisasi inflasi, yaitu melalui dunia pendidikan.
“Melalui program Sekolah Peduli Inflasi, kami ingin memberikan pengetahuan tentang ketahanan pangan, pola konsumsi B2SA, dan pentingnya memahami inflasi. Dengan melibatkan pelajar, kita mencetak generasi yang sadar pangan dan ekonomi,” jelasnya.

Sebagai informasi, diakhir acara Kang Marhen, Mas Handy berserta Sekda Nur Solekan berkesempatan mengunjungi stand Bazar Pangan Lokal Bertema ‘’Stop Boros Pangan’’ SMPN 3 Nganjuk, sebagai Langkah strategis dalam mengedukasi para pelajar untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola serta mengonsumsi pangan, terutama di lingkungan sekolah.

“Mengonsumsi makanan secara bijak, tidak berlebihan, serta ikut menjaga ketersediaan dan kestabilan pangan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi.”tutupnya.
(Yos/Kr)