#

Pemkab Nganjuk Gencarkan Sosialisasi HIV/AIDS: Bupati Targetkan Nganjuk Bebas Kasus Baru pada 2027

Nganjuk, PING- Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, terutama di kalangan remaja. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi HIV/AIDS yang digelar di Aula SMA Kertosono, Senin (27/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, Pengurus KPA Nganjuk, Camat Kertosono, Kepala SMA Kertosono, dewan guru, serta ratusan siswa yang tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi.

Dalam sambutannya, Bupati Marhaen Djumadi yang akrab disapa Kang Marhaen menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam memutus rantai penyebaran HIV/AIDS, terutama di kalangan usia muda.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa berdialog dan bersosialisasi tentang penyakit yang namanya HIV. Perkembangannya di Nganjuk luar biasa, maka dari itu saya berharap anak-anak bisa memahami bahaya penyakit ini,” ujar Kang Marhaen.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki KPA Kabupaten Nganjuk, terdapat sekitar 2.636 orang yang terinfeksi HIV/AIDS di wilayah Nganjuk, dengan 864 di antaranya telah meninggal dunia. Data tersebut menjadi peringatan serius agar masyarakat, terutama generasi muda, lebih berhati-hati dalam bergaul dan menjaga perilaku hidup sehat.

“Penyakit ini sangat mematikan. Kekebalan tubuh semakin lama semakin hilang sehingga tidak bisa melakukan aktivitas normal. Penyebarannya banyak terjadi melalui kontak seksual, jadi saya berpesan kepada anak-anakku semua untuk hati-hati memilih teman. Jangan sampai terjerumus ke hal-hal yang tidak baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kang Marhaen menyampaikan harapannya agar pada tahun 2027 mendatang, Kabupaten Nganjuk bisa bebas dari kasus HIV/AIDS baru. Untuk itu, pihaknya bersama KPA akan terus menggandeng berbagai pihak, mulai dari tenaga medis, tokoh agama, hingga lembaga pendidikan dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya dan pencegahan HIV/AIDS.

“Kita berharap tahun 2027 sudah tidak ada lagi kasus baru. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan, maka jangan sekali-kali mencoba atau tergiur oleh hal-hal negatif yang hanya memberikan kesenangan sesaat tapi penyesalan selamanya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMA Kertosono, Murtoyo, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan kesehatan bagi siswa. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan untuk membekali remaja agar lebih bijak dalam menjaga diri dan memahami risiko penyakit menular.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan KPA Kabupaten Nganjuk yang telah berkenan hadir dan memberikan edukasi penting kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberikan pemahaman yang benar kepada siswa tentang HIV/AIDS. Banyak remaja yang masih memiliki persepsi keliru, sehingga edukasi langsung dari ahlinya menjadi sangat berarti. Kami berharap siswa bisa lebih terbuka dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” jelas Murtoyo.

Ia menambahkan, SMA Kertosono akan terus berupaya menjadi lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung program pemerintah dalam membangun generasi muda yang tangguh serta bebas dari perilaku berisiko.