#

Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama, Pemkab Nganjuk Gelar Pembinaan Kepemimpinan Gereja 2026

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperkuat sinergi bersama tokoh agama dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Salah satunya melalui kegiatan Pembinaan Kepemimpinan Gereja Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 yang digelar di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Nganjuk, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para pendeta, aktivis gereja, serta pimpinan gereja se-Kabupaten Nganjuk. Pembinaan menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan sekaligus mempererat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan para tokoh agama.

Dalam laporannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspem Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Nganjuk, Tri Wahyu Kuncoro, menyampaikan bahwa pembinaan tersebut tidak hanya berorientasi pada penguatan kepemimpinan, tetapi juga menjadi sarana membangun sinergitas dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Pembinaan kepemimpinan gereja ini dimaksudkan sebagai sarana pembinaan dan penguatan kapasitas kepemimpinan para pimpinan gereja serta sebagai media membangun sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dengan para pemimpin gereja,” ungkap Tri.

Menurutnya, terdapat sejumlah tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut, di antaranya meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Kabupaten Nganjuk, memperkuat kerukunan dan toleransi antarumat beragama, serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan para pendeta, gembala sidang, dan pimpinan gereja.

Selain itu, pembinaan juga diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan tokoh agama. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong lembaga keagamaan untuk turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah.

Tri Wahyu menegaskan, pembangunan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif tanpa membedakan latar belakang agama.

Kegiatan Pembinaan Kepemimpinan Gereja Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 direncanakan diikuti sebanyak 75 peserta yang terdiri dari pendeta, aktivis gereja, dan pimpinan gereja se-Kabupaten Nganjuk.

Melalui pembinaan ini, Pemkab Nganjuk berharap komunikasi dan koordinasi dengan tokoh agama semakin kuat. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu menjaga nilai toleransi, memperkuat kerukunan, serta menciptakan kehidupan beragama yang harmonis di Kabupaten Nganjuk.