Buka Bimtek Data Geospasial, Wabup Trihandy Dorong Kebijakan Pembangunan Berbasis Data
- 05-08-2026
Nganjuk, PING – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi atau yang akrab disapa Kang Marhaen mendorong para pemimpin dan aktivis gereja untuk terus memperkuat kapasitas kepemimpinan di tengah perubahan sosial yang berlangsung semakin cepat. Hal tersebut disampaikan Kang Marhaen saat menghadiri kegiatan Pembinaan Kepemimpinan Gereja Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 di GPdI Kabupaten Nganjuk, Rabu (5/8/2026).
Dalam arahannya, Kang Marhaen menegaskan bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun ras. Menurutnya, komunitas keagamaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan, tidak hanya melalui kegiatan spiritual, tetapi juga melalui penguatan hubungan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.
Ia menilai gereja dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, sekaligus mendapatkan pendampingan. Karena itu, pemimpin gereja perlu memahami kebutuhan jemaat serta kondisi sosial yang terus berkembang.

“Pemimpin gereja harus menyimak dan mendengarkan, karena saat ini kebutuhan masyarakat terus berkembang,” ujarnya.
Kang Marhaen menjelaskan bahwa pola kepemimpinan saat ini tidak dapat sepenuhnya disamakan dengan pola kepemimpinan masa lalu. Perubahan karakter generasi dan perkembangan zaman menuntut seorang pemimpin memiliki pola pikir terbuka serta kemampuan beradaptasi terhadap tantangan baru.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Marhaen menyampaikan empat konsep penting dalam kepemimpinan, yakni memahami pihak yang dilayani, memahami karakter organisasi, mampu menghadapi tantangan pelayanan, serta melakukan perubahan sesuai dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, pemimpin tidak cukup hanya mampu memberikan arahan. Seorang pemimpin juga harus mampu menjadi teladan melalui sikap melayani, kepedulian, keikhlasan, dan kesediaan untuk hadir di tengah masyarakat.
Karakter seperti integritas, dapat dipercaya, kematangan emosi, kemampuan berkomunikasi, serta keterbukaan terhadap kritik dan masukan juga dinilai penting untuk dimiliki seorang pemimpin.
Kang Marhaen secara khusus menekankan pentingnya kemampuan mendengarkan. Di tengah masyarakat yang semakin dinamis, seorang pemimpin harus mampu memahami persoalan secara langsung dengan membuka ruang dialog dan menyerap aspirasi dari masyarakat yang dilayani.

Selain penguatan kapasitas kepemimpinan, Bupati Marhaen juga mendorong adanya kaderisasi generasi muda di lingkungan gereja. Menurutnya, regenerasi merupakan bagian penting untuk memastikan pelayanan dan kegiatan sosial keagamaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk, lanjutnya, siap membuka ruang kolaborasi dengan komunitas gereja, khususnya dalam pembinaan generasi muda maupun pelaksanaan kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui pembinaan tersebut, Kang Marhaen berharap para pemimpin gereja dapat terus belajar, terbuka terhadap perubahan, serta memperkuat semangat pelayanan. Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas keagamaan diharapkan semakin kokoh dalam mendukung terciptanya masyarakat Nganjuk yang harmonis dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.