339 Pramuka Garuda Nganjuk Resmi Dilantik, Bupati Marhaen: Jadilah Teladan dan Generasi Tangguh
- 26-05-2026
Nganjuk, PING- Dalam upaya memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam melindungi anak dari tindak kekerasan seksual, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Nganjuk menggelar kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi tentang Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual (KILAS) melalui Pokadu, Selasa (28/10/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan di ruang pertemuan PKK Kabupaten Nganjuk dan dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Ny. S. Wahyuni Marhaen, S.E., Ketua I TP PKK Kabupaten Nganjuk, Ny. Widhi Nastiti Trihandy, Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Nganjuk, serta perwakilan anggota TP PKK dari seluruh kecamatan di Kabupaten Nganjuk.
Dalam sambutannya, Ny. S. Wahyuni Marhaen, S.E. menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap para kader PKK mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing untuk mencegah dan menangani potensi kekerasan terhadap anak, khususnya kekerasan seksual,” tutur beliau.
Sementara itu, Ketua I TP PKK Kabupaten Nganjuk, Ny. Widhi Nastiti Trihandy, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyuluhan, tetapi juga evaluasi efektivitas peran Pokadu (Kelompok Peduli dan Perlindungan Anak di Desa/Kelurahan) sebagai ujung tombak pencegahan kasus kekerasan anak di tingkat akar rumput.
“Pokadu harus aktif melakukan pemantauan, pendampingan, dan edukasi kepada masyarakat agar kesadaran kolektif dalam melindungi anak semakin tumbuh,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif, di mana peserta dapat berbagi pengalaman dan strategi penanganan kasus yang terjadi di wilayah masing-masing.

Melalui sosialisasi dan evaluasi ini, diharapkan seluruh kader PKK di Kabupaten Nganjuk semakin memahami pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam perlindungan anak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Nganjuk yang layak anak, bebas dari kekerasan, dan berkeadilan gender.