339 Pramuka Garuda Nganjuk Resmi Dilantik, Bupati Marhaen: Jadilah Teladan dan Generasi Tangguh
- 26-05-2026
Nganjuk, PING- Suasana riang dan penuh warna mewarnai area Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL) Nganjuk, Rabu (29/10/2025). Ratusan anak dari Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Nganjuk tampak antusias mengikuti Gerakan Nasional RA Membatik (GERNAS RATIK) yang diselenggarakan oleh PD IGRA Kabupaten Nganjuk. Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran budaya yang dikemas menyenangkan, sekaligus memperkenalkan seni membatik kepada peserta didik usia dini.
Di bawah rindangnya pepohonan, anak-anak tampak serius namun ceria memegang kuas dan pewarna batik. Dengan bimbingan para guru dan dukungan orang tua, mereka belajar mewarnai motif batik sambil menanamkan nilai kesabaran, ketelitian, kerja sama, dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Abdul Rahman, yang hadir untuk membuka dan meninjau secara langsung jalannya acara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas inovasi pembelajaran yang kreatif dan berkarakter.
“Belajar tidak harus selalu di kelas. Ketika anak bisa mengenal budaya sambil berinteraksi dengan alam dan orang-orang sekitarnya, di situlah nilai pendidikan yang bermakna hadir. Kami sangat mengapresiasi guru RA dan IGRA yang terus berinovasi,” ujar Abdul Rahman.
Sementara itu, Ketua PD IGRA Kabupaten Nganjuk, Wanti Rahayu, menjelaskan bahwa kegiatan GERNAS RATIK ini merupakan bentuk nyata komitmen dalam mengenalkan batik sebagai identitas budaya Indonesia sejak usia dini. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, lembaga pendidikan, orang tua, dan pemerintah dalam mendukung proses pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual.
Kegiatan membatik bersama ini juga mendapat sambutan hangat dari para orang tua. Mereka menilai, pembelajaran di ruang terbuka memberikan pengalaman baru bagi anak-anak lebih hidup, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui GERNAS RATIK, PD IGRA Nganjuk berharap lahir generasi yang tidak hanya kreatif dan terampil, tetapi juga memiliki rasa cinta dan bangga terhadap budaya bangsa. Dari goresan kuas di atas kain, anak-anak belajar bahwa melestarikan budaya dapat dimulai sejak usia dini, dengan cara yang gembira dan penuh makna.