339 Pramuka Garuda Nganjuk Resmi Dilantik, Bupati Marhaen: Jadilah Teladan dan Generasi Tangguh
- 26-05-2026
Nganjuk, PING- Dalam upaya menumbuhkan kesadaran demokrasi sejak dini, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Nganjuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang penguatan pendidikan kepemiluan bagi pemilih pemula di lingkungan madrasah, Rabu (29/10/2025), di kantor Bawaslu Kabupaten Nganjuk.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pendidikan politik yang santun, beretika, serta berlandaskan nilai keagamaan dan karakter bangsa. Melalui sinergi ini, Kemenag dan Bawaslu berkomitmen membentuk generasi muda madrasah yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi proses demokrasi di Indonesia.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk, Abdul Rahman, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan politik yang sehat harus dimulai dari ruang-ruang pendidikan, agar peserta didik tidak hanya memahami hak politiknya, tetapi juga memiliki kesadaran moral dalam menentukan pilihan.
“Pemilih pemula adalah bagian penting dari masa depan demokrasi. Mereka harus dibekali dengan pemahaman yang benar, tidak mudah terprovokasi hoaks, dan mampu menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang matang serta nilai-nilai luhur,” ujar Abdul Rahman.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Nganjuk, Yudha Harnanto, menekankan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya berkutat pada aspek teknis dan penindakan, tetapi juga menyangkut pembinaan kesadaran berdemokrasi sejak dini.
“Madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, kerja sama ini penting untuk memastikan bahwa suara mereka kelak bukan sekadar formalitas, melainkan keputusan yang sadar, berintegritas, dan bermartabat,” ungkap Yudha.
Adapun ruang lingkup MoU ini mencakup edukasi kepemiluan, kampanye anti politik uang, pencegahan hoaks, penguatan literasi digital, sosialisasi nilai-nilai demokrasi damai, serta peningkatan partisipasi aktif guru dan siswa dalam pengawasan pemilu yang partisipatif.
Melalui sinergi ini, Kemenag dan Bawaslu Nganjuk berharap madrasah dapat menjadi laboratorium demokrasi yang menumbuhkan budaya politik beretika dan beradab. Dengan begitu, generasi muda madrasah bukan hanya menjadi pemilih yang memiliki hak suara, tetapi juga pemilih berintegritas yang sadar akan tanggung jawabnya terhadap masa depan bangsa.