339 Pramuka Garuda Nganjuk Resmi Dilantik, Bupati Marhaen: Jadilah Teladan dan Generasi Tangguh
- 26-05-2026
Nganjuk, PING– Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar kegiatan Temu Konsultasi Pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kamis (30/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 284 pengurus KDMP dari seluruh kecamatan di Kabupaten Nganjuk.
Acara ini dihadiri oleh Bupati Nganjuk yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Ketua LPDB Wilayah Jatim, Pimpinan Bank Himbara dan Bank Jatim Cabang Nganjuk, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Nganjuk, Kepala OPD, Camat, dan undangan terkait.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Mokhamad Yasin menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting dalam memperkuat eksistensi koperasi di Kabupaten Nganjuk agar semakin bermanfaat bagi masyarakat.
“Tujuannya jelas, bagaimana koperasi bisa menjadi instrumen pemberantasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Koperasi harus menjadi lembaga ekonomi rakyat yang benar-benar hidup dan produktif,” ungkapnya.

Yasin menambahkan, Kabupaten Nganjuk telah berhasil memperoleh penghargaan nasional atas keberhasilan pendirian Koperasi Merah Putih dengan hadiah sebesar Rp3 miliar yang akan direalisasikan pada tahun 2026.
“Penghargaan ini harus menjadi pemacu semangat, bukan alasan untuk berpuas diri. Kita harus terus bekerja keras mengembangkan koperasi yang sehat dan profesional,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa realisasi izin koperasi di Kabupaten Nganjuk telah mencapai 95%, menandakan kemajuan signifikan dalam penguatan kelembagaan koperasi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur dan Bank Himbara yang turut mendukung penguatan sistem pembiayaan koperasi di daerah.
“Harapan kami, koperasi dapat membantu petani dan masyarakat desa dalam hal pembiayaan, kebutuhan pupuk, serta pemasaran hasil panen. Dengan begitu, koperasi benar-benar menjadi motor ekonomi di pedesaan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Nganjuk dalam memperkuat sinergi lintas lembaga agar koperasi desa dan kelurahan dapat tumbuh lebih adaptif terhadap tantangan zaman serta berdaya saing di tingkat regional.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro berharap forum ini dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, dan pelaku koperasi dalam mewujudkan koperasi yang eksis, mandiri, dan berorientasi kesejahteraan masyarakat.