339 Pramuka Garuda Nganjuk Resmi Dilantik, Bupati Marhaen: Jadilah Teladan dan Generasi Tangguh
- 26-05-2026
Nganjuk, PING— Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali meneguhkan komitmennya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Ruang Rapat Anjuk Ladang, Jumat (31/10/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, Perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Timur, DP3AK Provinsi Jawa Timur, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Kepala Kemenag Kabupaten Nganjuk, OPD, Camat, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, dan Koordinator Penyuluh KB se-Kabupaten Nganjuk.
Dalam laporannya, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Nganjuk, Asti Widiartini, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran setiap OPD pengampu stunting dalam melaksanakan tugas sesuai indikator layanan yang tercantum dalam aplikasi aksi konvergensi.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memastikan pelaksanaan tugas telah berjalan optimal, serta menindaklanjuti hasil audit Inspektorat terhadap kinerja tematik stunting tahun 2024.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa setiap pengampu layanan indikator benar-benar menjalankan tugasnya secara efektif dan terkoordinasi,” jelas Asti.
Dalam arahannya, Wabup Trihandy, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis nasional. Ia mengungkapkan bahwa angka stunting di Nganjuk berhasil turun dari 22,8% pada tahun 2023 menjadi 17,1% di akhir 2024.
“Kita menargetkan tahun 2025 angka stunting bisa turun hingga di bawah 14%. Karena itu, semua pihak harus bekerja tepat sasaran dan fokus kepada keluarga berisiko stunting,” ujar Mas Handy sapaan akrabnya.
Mas Handy menambahkan bahwa dirinya langsung memimpin Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sebagai bentuk komitmen Pemkab Nganjuk agar koordinasi antarinstansi semakin kuat.

“Kita memiliki 5.160 kader pendamping keluarga. Mereka harus bekerja tepat sasaran agar setiap keluarga yang berisiko stunting mendapat perhatian,” tambahnya.
Dengan kerja bersama dan sistem konvergensi yang sudah terbentuk, Mas Han optimistis angka stunting di Kabupaten Nganjuk akan terus menurun sesuai target nasional.
“Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga masa depan. Karena itu, kita semua harus menjadi bagian dari solusi,” tutup Mas Handy
Sebagai informasi, rakor ini menegaskan pentingnya kolaborasi semua unsur, mulai dari OPD teknis, tenaga kesehatan, penyuluh KB, hingga tokoh agama dan masyarakat. Melalui pendekatan konvergensi, setiap instansi diharapkan tidak berjalan sendiri, tetapi bekerja dalam satu arah: menciptakan generasi Nganjuk yang sehat, cerdas, dan produktif.