339 Pramuka Garuda Nganjuk Resmi Dilantik, Bupati Marhaen: Jadilah Teladan dan Generasi Tangguh
- 26-05-2026
Nganjuk, PING— Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah-langkah strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor dan optimalisasi pembangunan keluarga. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Nganjuk Tahun 2025, yang berlangsung di Ruang Rapat Anjuk Nganjuk, Jumat (31/10/2025).
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Tri Wahyu Liswati, sebagai narasumber utama dengan materi “Arah Kebijakan Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS)”.
Dalam pemaparannya, Tri Wahyu Liswati menjelaskan pentingnya Indeks Pembangunan Keluarga (I-Bangga) sebagai salah satu alat ukur keberhasilan pembangunan keluarga di daerah. Instrumen ini menilai kualitas keluarga dari tiga dimensi utama, yaitu ketentraman, kemandirian, dan kebahagiaan, yang saling berhubungan dengan penurunan angka stunting.
“Penurunan stunting tidak hanya berbicara tentang gizi, tetapi juga tentang bagaimana keluarga dibangun secara kuat dan berdaya. Melalui I-Bangga, kita bisa melihat sejauh mana keluarga di daerah menjadi pondasi ketahanan pembangunan manusia,” jelasnya.

Liswati menegaskan bahwa kabupaten/kota harus memanfaatkan hasil pengukuran I-Bangga sebagai dasar perencanaan intervensi, terutama untuk menentukan sasaran keluarga berisiko stunting secara lebih akurat dan terukur.
Dalam kesempatan tersebut, Liswati juga menyampaikan sembilan rekomendasi strategis untuk mempercepat penurunan stunting di daerah, di antaranya:
“Keberhasilan penurunan stunting tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat dalam membangun keluarga yang sehat dan tangguh,” tambahnya.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan keluarga tangguh dan bebas stunting. Melalui sinergi ini, Pemprov Jatim berkomitmen mendukung kabupaten/kota dalam memperkuat sistem data, pendampingan keluarga, serta inovasi daerah.

“Kabupaten Nganjuk memiliki komitmen kuat dalam pelaksanaan aksi konvergensi. Dengan validitas data yang tinggi dan dukungan lintas sektor, kita optimis target penurunan stunting di Jawa Timur dapat tercapai,” ujar Tri Wahyu Liswati.
Kegiatan ini juga menegaskan bahwa pembangunan keluarga adalah kunci utama dalam mewujudkan generasi emas 2045. Melalui penerapan I-Bangga, pemerintah dapat mengukur sejauh mana ketahanan keluarga mampu mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak sejak dini.
Dengan pendekatan berbasis data dan keluarga, diharapkan Kabupaten Nganjuk menjadi contoh daerah yang tidak hanya menurunkan angka stunting, tetapi juga membangun generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing untuk masa depan Jawa Timur yang sejahtera dan berkeadilan.