Mas Handy Kukuhkan 16 Juru Sembelih Halal Nganjuk
- 24-05-2026
Nganjuk, PING– Kontes Abot-Abotan Iwak kembali digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Nganjuk di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Selasa (2/12/2025).
Memasuki tahun kedua, kegiatan ini semakin diminati, terbukti dengan keikutsertaan 43 peserta yang terdiri dari 20 pembudidaya ikan lele dan 23 pembudidaya ikan gurami. Acara turut diramaikan masyarakat, pelaku perikanan, dan kelompok pembudidaya dari berbagai wilayah di Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan ini juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk, Ketua FORIKAN Kabupaten Nganjuk, Asisten dan Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah terkait, serta kelompok pengolah dan pembudidaya ikan. Panitia menambah semarak acara dengan pasar ikan murah dan lomba mewarnai tingkat TK yang menarik antusias keluarga.
Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, menekankan pentingnya menghadirkan kegiatan perikanan yang lebih dekat dan lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Acara seperti ini sangat baik untuk mengenalkan potensi perikanan kita. Akan lebih bagus kalau digelar pada hari Minggu saat car free day agar masyarakat bisa ikut menikmati dan tahu bahwa kita punya event besar seperti abot-abotan iwak,” ujarnya.
Bupati Marhaen juga menegaskan bahwa sektor perikanan memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan masyarakat. “Saya punya mimpi perikanan di Nganjuk bisa semakin maju. Salah satu tantangan kita adalah stunting, yang salah satunya terjadi karena kurangnya asupan gizi termasuk konsumsi ikan. Karena itu, kegiatan seperti pasar ikan murah dan promosi makan ikan harus terus digencarkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Nganjuk, Jusuf Satrio Wibowo, menjelaskan bahwa kontes ini merupakan wadah strategis bagi pembudidaya dalam meningkatkan kualitas hasil ternak ikan.
“Kegiatan ini kami gelar untuk meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap sektor perikanan, memperkuat budaya lokal, dan mendorong peningkatan produksi ikan konsumsi maupun ikan hias,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa forum ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan teknik budidaya agar produk ikan Nganjuk semakin berkualitas dan memiliki daya saing tinggi.
Pada perlombaan tahun ini, peserta dinilai melalui tiga kategori utama yaitu berat ikan, morfologi ikan, dan kesehatan ikan. Seluruh ikan wajib dipuasakan terlebih dahulu agar penilaian berlangsung maksimal dan objektif.

Di akhir acara, panitia mengumumkan para juara dari masing-masing kategori.
Kategori Ikan Lele:
Kategori Ikan Gurami:
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dukungan penuh pemerintah daerah, Kontes Abot-Abotan Iwak diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya memperkuat sektor perikanan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan untuk kesehatan dan pencegahan stunting. Gelaran ini juga menjadi wujud sinergi pemerintah, pembudidaya, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal menuju kesejahteraan bersama.