#

BPBD Nganjuk Lakukan Tindak Lanjut Penanganan Jembatan Ambrol di Desa Kedungdowo

Nganjuk, PING— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk menyampaikan tindak lanjut penanganan kejadian jembatan ambrol di Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk, yang terjadi pada Minggu, 30 November 2025 pukul 15.30 WIB.

Kejadian tersebut tercatat dalam Laporan Kejadian Pusdalops-PB Nomor 388/455.P.LK-JA/411.406/2025 dengan titik koordinat -7.575318, 111.905408. Berdasarkan laporan masyarakat, BPBD segera menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan asesmen cepat serta memasang safety line sebagai langkah pengamanan area berbahaya.

Laporan Kaji Cepat Pusdalops-PB Nomor 388/458.P.LKC-JA/411.406/2025 menyebutkan bahwa jembatan ambrol dipicu kondisi hidrometeorologis ekstrem, berupa hujan deras berkepanjangan yang meningkatkan debit Sungai Widas. Pengikisan tanah pada pondasi juga menyebabkan pergeseran pancang secara lateral sehingga menurunkan stabilitas jembatan.

BPBD Nganjuk sebelumnya telah melakukan pemantauan jembatan pada 18 November 2025 bersama Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, dan merekomendasikan penutupan akses jembatan sebagai mitigasi untuk mencegah korban. Selanjutnya, pada 1 Desember 2025, BPBD berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan tim ahli konstruksi dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) guna pemantauan lanjutan.

BPBD Kabupaten Nganjuk memastikan proses penanganan terus dilakukan sebagai bagian dari mitigasi dampak bencana pergerakan dan penurunan tanah di Desa Kedungdowo.