Mas Handy Kukuhkan 16 Juru Sembelih Halal Nganjuk
- 24-05-2026
Nganjuk, PING– Dalam upaya mendorong kemandirian dan peningkatan pendapatan petani di era digital, Omah Tandang yang merupakan naungan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nganjuk, menjadi narasumber utama dalam Pelatihan Manajemen Pemasaran dan Keuangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Kabupaten Nganjuk ini merupakan bagian dari program Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik (NF) Tahun Anggaran 2025. Pelatihan yang fokus pada transformasi digital ini berlangsung pada Jumat (5/12/2025) di Desa Kenep, Kecamatan Loceret, Nganjuk.
Perwakilan Omah Tandang, Hanis Ary Wibisono, menyampaikan materi yang menekankan bahwa petani saat ini tidak cukup hanya menguasai teknik budidaya, tetapi wajib menguasai promosi di media sosial.
“Di era digital, yang pamer akan menang, yang diam akan kalah. Banyak petani sebenarnya punya produk bagus, tapi tidak dikenal karena tidak pernah ditampilkan,” jelas Hanis dalam sesi pemaparan.

Hanis mengungkapkan bahwa sebagian besar peserta pelatihan mengakui belum pernah membuat konten di Facebook, Instagram, maupun TikTok. Padahal, media sosial adalah sarana efektif untuk memperluas pasar dan, yang terpenting, menjual produk tanpa harus bergantung pada tengkulak.
Dalam kesempatan tersebut, Hanis membagikan pengalaman nyata dari program Pelatihan Tani Digital Omah Tandang sebelumnya. Ia mencontohkan bagaimana petani yang konsisten membuat konten sederhana mulai dari proses menanam, merawat, hingga panen, berhasil menarik pembeli dan meningkatkan angka penjualan secara signifikan.
Selain teknik pembuatan konten, peserta juga dibekali materi Personal Branding. Hanis menegaskan bahwa tampil rutin akan membangun kepercayaan publik terhadap petani, yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai jual produk mereka di pasar digital.

Menutup sesi, Hanis mengajak para petani untuk memanfaatkan fasilitas belajar yang disediakan oleh Dinas Kominfo melalui Omah Tandang. “Silakan datang jika ingin belajar lebih dalam soal konten digital. Fasilitas bisa digunakan gratis. Ini bagian dari komitmen kami mendorong percepatan transformasi digital,” tegasnya.
Kegiatan ini ditutup dengan optimisme bahwa petani Desa Kenep, dengan dukungan Omah Tandang, mampu beradaptasi dengan teknologi dan menjadikan media sosial sebagai peluang besar untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas jaringan pemasaran mereka.