#

Perdana Tampil Di Ruang Publik, SLB Shanti Kosala Nganjuk Rayakan Hari Disabilitas Internasional

Nganjuk, PING – Momen Car Free Day (CFD) di Alun-alun Kabupaten Nganjuk pada Minggu (7/12/2025) pagi tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga yang tengah berolahraga dikejutkan dengan penampilan memukau puluhan siswa dari SLB Shanti Kosala Mastrip Nganjuk. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang jatuh setiap 3 Desember, sekaligus sebagai upaya mengikis stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 09.30 WIB ini dihadiri langsung oleh Ketua Bidang Pendidikan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Nganjuk, bersama Kepala Dinas Perhubungan Nganjuk,  serta seluruh keluarga besar SLB Shanti Kosala Mastrip.

Mulai dari jenjang SD hingga SMA, para siswa berkebutuhan khusus ini menunjukkan bakat luar biasa melalui tari tradisional, modern dance, hingga menyanyi. Meski memiliki keterbatasan, mereka tampil profesional dan penuh percaya diri. Tak hanya panggung aksi, anak-anak ini juga turun ke jalan untuk berinteraksi dengan pengunjung CFD sembari membagikan bunga hasil rangkaian tangan mereka sendiri.

Kepala Sekolah SLB Shanti Kosala Mastrip, Lusia Angga Kusuma, mengungkapkan rasa harunya melihat keberanian anak didiknya tampil di ruang publik. Ia menjelaskan bahwa ini merupakan tonggak sejarah bagi sekolahnya dalam mengenalkan potensi siswa ke masyarakat luas.

"Ini adalah momen pertama kali anak-anak itu kita tampilkan di masyarakat umum, di Alun-alun Kabupaten Nganjuk, di kegiatan Car Free Day. Di sini kita mengharapkan anak-anak itu bisa diterima di masyarakat dengan menampilkan kelebihan-kelebihan mereka, biar tidak ada diskriminasi," tegas Lusia.

Selain unjuk bakat, SLB Shanti Kosala juga membuka stan edukasi yang menarik perhatian warga. Stan tersebut menyediakan pengenalan huruf Braille, informasi disabilitas, hingga pelatihan singkat bahasa isyarat. Lusia berharap masyarakat bisa lebih inklusif dengan memahami cara berkomunikasi yang sederhana dengan penyandang disabilitas.

“Mereka adalah bagian dari lingkungan kita, termasuk anak-anak penyandang disabilitas. Karena itu, kita perlu memiliki pemahaman dasar tentang bentuk-bentuk komunikasi isyarat yang sederhana,” ujarnya.

Dukungan hangat juga datang dari Andini Suharono mewakili DWP Kabupaten Nganjuk. Ia mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin selama ini demi kemajuan pendidikan inklusif di Nganjuk.

“Dharma Wanita Kabupaten Nganjuk menyampaikan selamat memperingati Hari Disabilitas Internasional. Selama ini kami telah berjalan bersama Ibu Lusi, dan alhamdulillah berbagai kerja sama dapat terlaksana dengan baik dan membuahkan hasil. Semoga anak-anak Indonesia, khususnya yang memiliki kebutuhan khusus, semakin maju dan mendapatkan ruang berkembang yang lebih baik,” pungkasnya.

Acara yang dipenuhi antusiasme itu diakhiri dengan pelepasan balon ke langit sebagai simbol doa dan optimisme, agar anak-anak disabilitas di Kabupaten Nganjuk dapat terus berkembang, berprestasi, dan memperoleh penerimaan penuh dari masyarakat tanpa batasan apa pun.