Mas Handy Kukuhkan 16 Juru Sembelih Halal Nganjuk
- 24-05-2026
Nganjuk, PING- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk terus mendorong terbentuknya lingkungan belajar yang aman dan tangguh terhadap ancaman bencana. Tahun ini, upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang digelar di dua sekolah, yakni SMPN 1 Sawahan dan SMPN 3 Kertosono, Jum'at (5/12/2025).
Kabid SMP Disdik Kabupaten Nganjuk, Munawir, menjelaskan bahwa sejumlah sekolah di Kabupaten Nganjuk berada di kawasan yang memiliki potensi risiko bencana alam. Karena itu, penguatan pemahaman dan keterampilan mitigasi perlu dilakukan sejak dini.
“Tujuannya agar seluruh warga sekolah siap dan mampu melindungi diri ketika bencana terjadi. SPAB adalah strategi penting dalam mengurangi risiko,” tutur Munawir mewakili Kepala Disdik Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto.
SPAB merupakan rangkaian program yang dirancang untuk menciptakan satuan pendidikan yang aman, tangguh, serta memiliki prosedur lengkap dalam menghadapi bencana. Mulai dari upaya pencegahan, penanggulangan cepat, hingga pemulihan pascabencana demi memastikan layanan pendidikan tetap berjalan.
“Selain melindungi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, program ini juga menjaga aset penting sekolah, termasuk dokumen administrasi,” imbuhnya kepada JP Radar Nganjuk.
Dalam kegiatan tersebut, Disdik menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk serta Forum Fasilitator SPAB guna memberikan materi yang komprehensif kepada peserta. Para siswa dari kedua sekolah menjadi peserta utama kegiatan.
Tak hanya menerima materi teori, peserta juga mengikuti simulasi penanganan bencana. Mereka dilatih bagaimana bertindak cepat saat terjadi gempa bumi, mulai dari berlindung yang benar hingga proses evakuasi. Selain itu, mereka juga mempraktikkan pemberian pertolongan pertama kepada korban sebagai bagian dari edukasi keselamatan.