#

Cegah Penularan DBD, Puskesmas Gondang Gelar Fogging Massal di Desa Senjayan

Nganjuk, PING– Menyusul ditemukannya tanda-tanda penularan Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk melalui Puskesmas Gondang melakukan langkah cepat dengan menggelar kegiatan fogging di Desa Senjayan, Kecamatan Gondang, pada Senin (8/12/2025). Tindakan ini diambil berdasarkan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) guna memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti di wilayah tersebut.

Kepala Desa Senjayan, Sumarji, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah medis tersebut. Ia memastikan pihak desa telah berkoordinasi secara teknis agar pelaksanaan pengasapan berjalan efektif.

"Fogging ini upaya penting untuk melindungi warga. Kami sudah menyiapkan tenaga pendamping sesuai permintaan Dinkes dan memastikan masyarakat mengetahui prosedur pelaksanaan agar hasilnya maksimal," ungkap Sumarji.

Kegiatan pengasapan yang dibiayai oleh anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk Tahun 2025 ini difokuskan pada area RT 1 RW 1. Dengan radius jangkauan sekitar 200 meter dari lokasi temuan kasus, diperkirakan ada sekitar 200 hingga 300 rumah warga yang menjadi sasaran pengasapan.

Pemerintah desa dan petugas kesehatan pun memberikan imbauan khusus selama proses berlangsung. Warga diminta keluar rumah untuk sementara waktu, mengamankan hewan peliharaan, serta memastikan pintu dan jendela tertutup rapat hingga satu jam setelah pengasapan selesai dilakukan.

Meski fogging dilaksanakan, Sumarji mengingatkan masyarakat bahwa tindakan ini bukan solusi tunggal. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri di rumah masing-masing.

"Kami berharap warga ikut mendukung, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Kegiatan PSN tetap harus dilakukan bersama-sama agar penanggulangan DBD bisa maksimal," tegasnya.

Melalui koordinasi intensif antara Dinas Kesehatan, pemerintah desa, dan partisipasi aktif warga, diharapkan potensi penularan DBD di Desa Senjayan dapat ditekan secara signifikan. Pemerintah desa menaruh harapan besar agar tidak ada temuan kasus tambahan setelah langkah preventif ini dilakukan.

"Semoga dengan ikhtiar bersama, lingkungan kita kembali aman dan bebas dari ancaman DBD," pungkas Sumarji.